Home Ekonomi

Masih Minim Masyarakat Ikut Koperasi

22
Pembukaan kegiatan Pelatihan Manajemen Simpan Pinjam I yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng, kemarin (23/11). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Salah satu tantangan pengelola koperasi adalah merekrut masyarakat menjadi anggota koperasi. Menurut catatan Kementerian Koperasi dan UKM RI, masih sangat sedikit masyarakat Indonesia bergabung dengan lembaga keuangan tersebut.

Hal itu diungkapkan Kadis Koperasi dan UMKM Sulteng, Eda Nur Ely dalam sambutannya membuka kegiatan Pelatihan Manajemen Simpan Pinjam I yang digelar di Aula Dinas Perindag Sulteng, kemarin (23/11).

Kata Eda Nur Ely, kurangnya animo masyarakat membuat koperasi di negara ini kurang berkembang dibanding negara lain.

‘’Masyarakat Indonesia yang terlibat dalam koperasi hanya mencapai 8,45 persen, sedangkan di Sulteng kurang dari 5 persen,’’ kata Kadis.

Menurutnya banyak hal yang harus dibenahi agar koperasi bisa bersaing dengan koorporasi. Misalnya membenahi manajemen hingga pelayanan, membuat unit usaha yang dapat menarik investor untuk berinvenstasi.

Salah satu unit usaha yang menjadi andalan koperasi adalah simpan pinjam atau koperasi simpan pinjam (KSP). Kadis mengatakan, KSP di Sulteng telah mencapai lebih 50 persen.

Dia meminta pengelola KSP untuk mengelola unit usaha itu secara profesional dengan pengawasan yang ketat.

‘’Karena itu perlu upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang manajemen simpan pinjam kepada pengelola KSP,’’ kata Eda.

Dia juga menyinggung dampak pandemi Covid-19 terhadap koperasi, seperti banyak anggota menarik dananya di koperasi. Untuk pemulihan koperasi, pemerintah pusat menyalurkan pinjaman dengan bunga di bawah 3 persen. Pinjaman diberikan dengan syarat yang harus dipenuhi koperasi.

Dalam pemulihan itu pemerintah menekankan tiga hal penting, yakni Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan, dan Sukses Pengembalian.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas