Home Donggala

Bupati Ancam Sanksi Guru yang Demo

34
Bupati Donggala, Kasman Lassa. (Foto: Dok)

Donggala, Metrosulawesi.id – Bupati Donggala Kasman Lassa mengancam memberikan sanksi tegas kepada guru yang dinilainya telah lalai dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Guru itu harus mengajar, bukan pergi Jakarta melakukan demo. Dalan sistem teknologi yang sangat cepat sekarang, wajah bapak dan ibu sudah dapat kami lihat dari Donggala,” tegas Kasman Lassa di ruang Kasiromu sesaat sebelum melantik pejabat eselon III dan IV, Jumat 20 November 2020.

Diketahui, polemik di Donggala berawal pada pelantikan pejabat pada 4 Maret 2019. Tiga di antaranya yang dimutasi adalah Rasid (Kepala SDN 19 Sojol, Pulau Maputi), Pattikuala (Pegawai Dinas Pendidikan) dan Suparti (Kepsek SD Kabonga Besar).

Karena tidak terima atas mutasi tersebut, maka pada 1 Agustus 2019 tiga ASN tersebut memperotes dan mengadu ke kantor DPRD Donggala. Protes dilakukan karena menganggap alasan mutasi tidak jelas.

Saat itu, Pattikuala, Rasid, dan Suparti berangkat ke Jakarta dan mendapat informasi dari Kemendagri bahwa pemda Donggala melaporkan ada 760 ASN meninggal dunia dalam bencana alam 28 September 2018, sehingga Mendagri mengizinkan pelantikan pada 4 Maret 2019.

Pattikuala yang dikonfirmasi Senin (23/11/2020) melalui ponselnya mengatakan, telah mendengar ancaman sanksi. Tapi, dia menegaskan pula bahwa dia tidak akan berhenti dan terus melanjutkan aksinya.

“Memang saya ke Jakarta, lupa tanggalnya tapi yang jelas setelah gempa itu saya ke Jakarta melapor ke Mendagri, Mendikbud dan Mabes Polri,” katanya.

Disinggung mengenai akan disanksi ia mengakui telah mendengar hal tersebut, tetapi untuk menganggapi persoalan sanksi pihaknya akan berdiskusi dulu dengan teman-temannya.

“Kita diskusi dulu dengan teman-teman, kami sudah dengar itu mau disanksi, tapi kami belum di BAP, kalau kita dipecat belum di BAP pasti keliru, kita mengadu ke Jakarta Kementrian menuntut hak sebagai pegawai negeri sipil, yang ke Jakarta itu saya, pak Rasid guru SD 19 Sojol Pulau Maputi, dan Pak Suparti. Kita yang diancam 4 orang dulu, setelah itu yang menghadap ke dewan kemarin total 36 guru, kalau Pak Suparti sudah mau masuk pensiun percuma juga dipecat,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas