Home Palu

Baru akan Gelar Pertemuan, Diupayakan Januari

18
Irwan Lahace. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Kadis Dikbud Bicara Pembukaan Sekolah Kembali

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng mengupayakan pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan pada semester genap pada Januari 2021. Namun, sebelum itu lebih dulu akan dilakukan rapat pertemuan.

“Nanti akan dilakukan pertemuan dengan semua kepala bidang. Sebab, harus diambil langkah-langkah yang strategis, karena ini menyangkut kehidupan,” katanya kepada Metrosulawesi, Senin 23 November 2020.

Irwan mengatakan, dalam surat Kemendiknas perubahan dari SKB empat Menteri sebelumnya, disebutkan bahwa keputusan pembelajaran tatap muka diserahkan kepada pemerintah daerah. Dalam surat itu juga disebutkan bahwa yang diutamakan adalah keselamatan dari pada peserta didik, guru, dan semua civitas akademika yang ada di sekolah.

Irwan mengaku sudah sempat melakukan pengecekan langsung ke sejumlah sekolah di kabupaten terkait dengan persiapan pembelajaran tatap muka. Setidaknya katanya, ada enam point yang harus disiapkan oleh seorang kepala sekolah sebelum memutuskan membuka pembelajaran tatap muka.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, sebagaimana diinstruksikan oleh Mendikbud.

“Kami sudah memberikan penguatan dan pembekalan kepada tenaga pendidik, peserta didik dan orang tua peserta didik tentang cara pembelajaran tatap muka di tengah pendemi Covid-19,” katanya.

Ansyar mengaku, tidak ingin tergesa-gesa melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, sebab yang lebih mengetahui siap atau tidaknya adalah sekolah yang bersangkutan.

“Makanya kemarin itu kita minta mereka menyiapkan sarana prasarana, dan sudah ada beberapa sekolah yang sudah siap lalu,” katanya.

Untuk saat ini kata Ansyar, karena revisi SKB empat Menteri baru keluar, sehingga belum ada sekolah yang mengajukan untuk melaksanakan tatap muka.

Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

“Namun kalau di bulan lalu banyak sekolah yang sudah siap laksanakan tatap muka, termasuk SD Watusampu, SDN 15 Palu, serta sekolah lainnya, hanya saja diberhentikan sebab tidak ada yang mau ambil resiko,” pungkasnya.

Dalam pembelajaran tatap muka di sekolah katanya, tenaga pendidik diberi pilihan mengajar secara tatap muka maupun tidak. Kemudian durasi mengajar dipangkas, dari sebelumnya 45 menit dalam satu jam waktu belajar kini menjadi 20 menit dalam satu jam pelajar.

“Bagi peserta didik, wajib menjaga jarak saat berada di dalam ruang belajar minimal satu meter, jumlah peserta didik dalam satu ruang belajar maksimal 50 persen dari total peserta didik dalam satu ruang belajar tersebut,” ujarnya.

Kemudian bagi orang tua peserta didik wajib menjamin anaknya menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak di sarana pendidikan serta mengantar dan menjemput sendiri anaknya.

“Di lingkungan sekolah wajib tersedia sarana mencuci tangan, alat pengukur suhu maupun hand sanitizer dan kantin tidak boleh dibuka untuk menghindari kerumunan dan saling bersentuhan. Peserta didik dan tenaga pendidik dapat membawa bekal sendiri,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pemerintah memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan pembelajaran tatap muka mulai semester genap 2020/2021 atau Januari 2021.

“Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag. Pemberian kewenangan penuh pada pemda tersebut dalam penentuan pemberian izin pembelajaran tatap muka,” ujar Nadiem dalam pengumuman penyelenggaraan pembelajaran semester genap TA 2020/2021 di masa pandemi Covid-19 di Jakarta, Jumat (20/11).

Pemberian izin dapat dilakukan secara serentak atau bertahap per wilayah kecamatan dan atau desa atau kelurahan. Hal itu berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau bulan Januari 2021.

“Pemerintah daerah dan sekolah diharapkan meningkatkan kesiapan untuk penyesuaian ini dari sekarang hingga akhir tahun,” ujar dia.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas