Home Pendidikan

SKB Baru Tidak Lagi Mengatur Zona

22
Dr. Hatija Yahya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Dr Hatija Yahya mengungkapkan, baru-baru ini keluar Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri terkait penentuan zona wilayah dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Dalam SKB empat Menteri itu tidak ada lagi diatur berdasarkan zona dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, baik itu zona merah, zona orange, hijau, kuning, sekarang tidak lagi diambil dasar seperti itu, tetapi tetap berdasarkan izin dari pemerintah daerah,” kata Hatija, di Palu, belum lama ini.

Olehnya itu, Hatija mengatakan, pada pekan depan ini pihaknya akan mengikuti diskusi terbatas dengan beberapa stekholder untuk menyusun kembali surat edaran Gubernur.

“Yang jelas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan secara online sudah mendapatkan kritikan yang sangat tajam, bahwa pelaksanaannya tidak maksimal. Dan memang kita mengakui PJJ itu tidak maksimal disituasi darurat Covid-19,” ujarnya.

Kemudian kata Hatija, Kemendikbud RI dalam hal ini pemerintah pusat tidak lagi mengatur-atur bahwa zona merah jangan membuka sekolah.

“Jadi yang kita atur adalah kemungkinanya terkait dengan data isian Dapodik, kita akan memastikan data di Dapodik. Sebab sesuai informasi kemarin baru 46 persen satuan pendidikan kita di Indonesia yang mengisi daftar isian terperiksa di Dapodik,” katanya.

Hatija mengaku, Senin mendatang admin operator Dapodik provinsi sudah akan diperintahkan, merilis SMK, SMA, dan SLB mana yang belum melakukan pengisian daftar terperiksa yang ada di Dapodik.

“Kemudian saya juga meminta kepada sejumlah sekolah khususnya SMK, agar memastikan kebutuhan sarana prasarana terkait pandemi Covid-19 yang ada di satuan pendidikan, benar-benar tersedia secara memadai,” tegasnya.

Salah satunya kata Hatija, tempat cuci tangan harus permanen, tidak boleh tempat cuci tangan yang seadanya dari ember saja, dan Disdikbud Sulteng akan pastikan itu. Jika tempat cuci tangan tidak memadai pasti akan disuruh ganti.

“Siapkanlah fasilitas pandemi Covid-19 secara memadai dan cukup. Jika memang sekarang ini belum dilakukan secara memadai, saya minta satu bulan ke depan disiapkan. Sebab untuk semester genap kita akan masuk pada 2 Januari 2021, dan relatif cukup panjang libur kita di Desember. Olehnya itu saya minta tolong agar sapras pandemi Covid-19 dicukupkan sesuai kebutuhan siswa yang ada,” jelasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Muh. Yusuf

Ayo tulis komentar cerdas