Home Palu

Prokes Ketat, Disiapkan Baju Hazmat di TPS

18
SIMULASI PENCOBLOSAN - Anggota KPPS meneteskan tinta ke salah satu jari pemilih pada simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Lapangan Vatulemo, Palu, Sabtu 21 November 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Pungut Hitung di Masa Pandemi Covid-19

TPS 11 Kelurahan Tanamodindi mulai dibuka. Tampak hadir Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), petugas kamtibmas, pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), dan saksi pasangan calon peserta pilkada.

“Pakai masker, jaga jarak, jangan berkerumun,” kata anggota KPPS, berkali-kali menggunakan pelantang suara.

BEGITULAH simulasi pelaksanaan pungut hitung yang dilaksanakan oleh KPU Sulawesi Tengah kerja sama dengan KPU Kota Palu di Lapangan Vatulemo, Palu, Sabtu 21 November 2020. Tenda dipasang di tengah lapangan. Sebagai simulasi, teknis pelaksaan dan desain ruangan dibuat mirip dengan TPS yang sebenarnya pada 9 Desember 2020.

Pantauan Metrosulawesi di lokasi kegiatan, beberapa peralatan disediakan di TPS seperti tempat cuci tangan dan sabun, handsanitizer, alat pengukur suhu tubuh, cairan disinfektan, sarung tangan plastik untuk pemilih dan sarung tangan medis untuk KPPS, dan masker.

Selain itu, disediakan juga tempat sampah, face shield, alat tetes tinta, dan baju hazmat yang biasanya digunakan tenaga medis di rumah sakit. Tampak area TPS disemprot cairan disinfektan secara berkala.

Satu persatu pemilih mulai berdatangan di TPS dan menunjukkan surat C pemberitahuan. Sebelum pemilih masuk ke TPS, terlebih dahulu diarahkan cuci tangan di tempat yang telah disediakan. Lantas diukur suhu tubuh oleh petugas menggunakan thermogan.

Selanjutnya pemilih diberikan sarung tangan dan menunggu namanya dipanggil dari KPPS. Saat menunggu, tempat duduk di TPS hanya beberapa saja dan jaraknya diatur satu meter. KPPS juga mengimbau agar tidak melakukan kontak fisik.

Selanjutnya, pemilih diberikan surat suara oleh petugas. Surat suara diperiksa untuk memastikan tidak rusak. Pemilih kemudian memasuki bilik untuk mencoblos. Surat suara dimasukkan ke kotak dengan arahan petugas.

Setelah itu, sarung tangan pemilih dibuka. Dilanjutkan dengan meneteskan tinta ke salah satu jari pemilih yang telah menggunakan hak suara tadi. Tampak petugas KPPS mengeringkan tinta yang diteteskan tadi dengan kipas manual. Sarung tangan kemudian dibuang ke tempat sampah. Pemilih kembali cuci tangan dan pulang.

Sepanjang simulasi, KPPS berkali-kali mengeluarkan imbauan agar semua orang yang hadir di TPS menjaga jarak, tidak berkerumun dan tetap menggunakan masker.

“Simulasi kita hari ini berbeda karena pandemi Covid-19,” kata Anggota KPPS.

Pada simulasi kali ini ditunjukkan juga bagaimana perlakuan terhadap pemilih yang memiliki suhu subuh di atas 37,3 derajat atau lebih. Tampak petugas telah menyiapkan baju hazmat. Baju khusus itu dikenakan jika ada pemilih pemilih yang suhu tubuh 37,3 derajat atau lebih. Pemilih akan diarahkan mencoblos di luar TPS.

Anggota KPU Palu, Iskandar Lembah mengatakan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara di masa penademi Covid-19 ini dilaksanakan secara nasional. Menurutnya, simulasi disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis), termasuk disediakan baju hazmat di TPS.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas