Home Palu

Masjid Nurul Hasanah Aceh Perekat Aceh dan Palu

41
MASJID BARU - Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT didampingi Wakil Gubernur Sulteng Dr H Rusli Dg Palabbi meresmikan penggunaan Masjid Jami Nurul Hasanah Aceh di Palu, Ahad 22 November 2020. (Foto: Humas Pemprov/ Dok. Karman Karim)

Palu, Metrosulawesi.id – Setelah menunggu beberapa bulan, pembangunan Masjid Jami Nurul Hasanah Aceh di Palu rampung juga. Penggunaan masjid berestetika Aceh dan Palu itu diresmikan oleh Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT, pada Ahad 22 November 2020.

Pada peresmian itu, Nova didampingi Wakil Gubernur Sulteng, Dr H Rusli Dg Palabbi dan Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said serta sejumlah pejabat lainnya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan serahterima, pengguntingan pita serta pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan peninjauan masjid, sekaligus dilanjutkan salat dzuhur berjamaah.

Gubernur Aceh mengatakna, konsep pembangunan Masjid Jami Nurul Hasanah Aceh-Palu dilatar belakangi adanya kepedulian dari masyarakat Aceh pada musibah gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu, 28 September 2018 lalu.

Atas dasar senasib yang pernah sama-sama dilanda bencana, masyarakat dengan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Istimewa Aceh selanjutnya mengumpulkan donasi hingga berjumlah Rp3,5 miliar.

“Setelah melakukan pengecekan, kami selanjutnya bersepakat untuk membangun masjid di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga Kota Palu yang hancur akibat gempa bumi. Dan untuk memberikan satu kesan tersendiri, kami berkonsultasi dengan ITB untuk membangunkan masjid dengan estetika Aceh yang dikawinkan dengan kearifan lokal Palu, yang proses pengerjaannya memakan waktu selama 21 bulan,” jelas Nova.

Masjid Jami Nurul Hasanah Aceh di Palu. (Foto: Ist)

Wagub Sulteng, H. Rusli Dg Palabbi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Aceh. Menurutnya arsitektur bangunan Masjid Jami Nurul Hasanah Aceh-Palu luar biasa karena struktur bangunannya yang nyaman dan aman, memiliki sirkulasi udara yang cukup banyak serta tidak memiliki tiang penyangga di bagian tengah.

Wagub berharap, masjid yang telah dibangun dengan megah oleh pemerintah Aceh itu dapat lebih mempererat hubungan silaturahmi antara Sulawesi Tengah dengan Aceh, dan menjadi suatu kenangan terindah serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah dan memakmurkan masjid serta menjaganya sekaligus menjadikannya sebagai wisata religi.

Dalam ajaran Islam, kata Wagub, masjid adalah sebaik-baiknya tempat di muka bumi. Bahkan Allah SWT telah menjanjikan pahala yang besar kepada para hamba-Nya yang ikhlas menyumbangkan hartanya untuk membangun masjid.

Dalam kaitan membangun umat, masjid bukan hanya berfungsi untuk tempat ibadah akan tetapi masjid juga berfungsi sebagai tempat dimana umat Islam bersatu, bermusyawarah, bermuamalah, dan bahkan sebagai tempat berlindung umat Islam di saat datangnya bencana alam maupun ujian-ujian lainnya dari Allah SWT, seperti pandemi covid-19 yang masih melanda bangsa Indonesia dan masyarakat Sulawesi Tengah pada khususnya.

“Dengan melihat fungsi-fungsi tersebut, maka saya berharap seiring diresmikannya bangunan Masjid Jami Nurul Hasanah Aceh-Palu, kiranya dapat memberikan manfaat maksimal kepada umat Islam Sulawesi Tengah, pada khususnya Kota Palu,” kata Wagub.

“Insya Allah sesuai arti dari nama yang diberikan, masjid ini dapat memancarkan cahaya kebaikan untuk menerangi dan menuntun kaum muslimin dan muslimat agar istiqamah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar atau menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kejahatan,” tambahnya. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas