Home Sulteng

Menikmati Indahnya Kawah Gunung Berapi di Pulau Touna

13
KUNJUNGAN WISATA - Dua turis mancanegara saat mengambil gambar dokumentasi di kawah gunung berapi yang berada di Pulau Touna, Provinsi Sulawesi Tengah, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • Fantastis, Ada Puluhan Semburan dari Kecil hingga Besar

Siapa sangka letusan gunung Colo pada tahun 1983 lalu ternyata membawa berkah bagi pelaku pariwisata. Setelah puluhan tahun berlalu, lokasi itu kini menjadi objek wisata yang menarik wisatawan dalam dan luar negeri. Berikut laporannya.

Laporan: MOH. FADEL

GUNUNG berapi Ambu yang terletak di Pulau Tojo Una una (Touna) Provinsi Sulawesi Tengah, membuat kagum para pengunjungnya. Bagaimana tidak menarik, suara gemuruh dari semburan kuat uap panas dari bawah tanah memenuhi area kawah yang lebarnya sekitar 30 hingga 50 meter itu membuat para wisatawan penasaran.

Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Nurhalis M Lauselang, kepada Metrosulawesi, Jumat 20 November 2020, menceritakan pengalamannya menemani dua wisatawan yang berwisata di pulau itu.

Nurhalis mengatakan, baru-baru ini dirinya membawa dua tamu dari Jakarta dan dua orang lagi dari Eropa. Mereka ingin melakukan diving di Pulau Touna, sekaligus mengunjungi gunung berapi tersebut.

Nurhalis mengatakan, letusan gunung Colo di Pulau Touna pada tahun 1983 lalu memaksa penduduk delapan desa di pulau itu harus keluar dan menetap di tempat lain. Namun, beberapa tahun kemudian, ada sejumlah di antara mereka yang kembali menetap di pulau itu. Mereka yang kembali itu adalah petani yang memiliki kebun garapan.

Waktu terus berjalan, pada sekitar lima tahun lalu, warga di pulau itu mulai mendirikan usaha pariwisata.

“Jualan utamanya adalah diving di Kepulauan Togean. Diving adalah hal yang lumrah. Apa yang dapat dilakukan di sela-sela jadwal diving itu sangat banyak, mulai dari belajar memasak masakan lokal, jalan-jalan di pemukiman warga setempat, dan tracking,” kata Nurhalis.

Nurhalis mengatakan, tracking ke gunung berapi Ambu di pulau Touna menjadikan pengalaman berwisata di Kepulauan Togean menjadi hal yang luar biasa.

“Gunung berapi Ambu, sepertinya semacam anak dari gunung Colo. Ironisnya, saat gunung Colo sedang adem, gunung Ambu memperlihatkan gairahnya,” ujarnya.

Mengunjungi gunung Colo, para wisatawan hanya akan melihat hamparan kawah yang tidak memperlihatkan aktivitas apa-apa. Namun berbeda halnya jika mengunjungi gunung Ambu, di kawah gunung itu terdengar desingan bergemuruh.

“Fantastis ada puluhan titik semburan mulai dari yang besarnya beberapa sentimeter sampai yang puluhan sentimeter, ditambah lagi dengan ratusan titik yang terlihat mendidih,” jelasnya.

“Untuk mencapai kawah gunung Ambu, tidaklah sulit, sepanjang kita memiliki jiwa petualang, pasti akan tiba di kawah dengan mudah, serta perjalanannya tak sampai membuat napas ngos-ngosan (kecapean),” tambahnya.

Untuk menuju ke lokasi wisata itu kata Nurhalis, dilakukan dengan kendaraan sepeda motor menulusuri bekas jalan desa. Setelah itu pengunjung akan menyusuri tepi pantai yang indah, sepanjang beberapa kilo meter dan dasar sungai yang kering.

“Perjalanan dengan berjalan kaki (tracking) kemudian harus dilakukan ketika medan sungai tidak dapat lagi dilalui dengan sepeda motor bebek meski beroda khusus trail. Tracking menyusuri sungai yang airnya hangat sampai panas, semakin menarik ketika jalur sungai mulai sempit, ada satu titik dimana pengunjung harus memanjat tebing batu yang sangat mudah dilakukan,” ujarnya.

Kata dia, jika jalur sungai semakin sempit, maka pertanda kawah semakin dekat. Pengunjung akan melihat uap yang membubung menyerupai kabut awan dari balik bukit kawah. Air sungai pun akan semakin panas.

“Ketika mendekati kawah, suara gemuruh itu mulai terdengar, ada sedikit rasa waswas ketika pertama kali melihat titik semburan pertama dan mendengar suara gemuruh dari arah kawah. Akan tetapi rasa waswas itu berkurang dan hilang setelah berada di area kawah. Duduk melepas lelah di bagian yang tinggi di sekitar kawah sambil menyaksikan pemandangan di dalam kawah sungguh suatu pengalaman yang spektakuler,” ungkapnya.

“Tamu yang bersama kami bukan wisatawan pertama, tapi telah ada ratusan turis yang telah sampai ke kawah ini. Paket tracking ini terbilang murah, yakni hanya Rp200 ribu perorang, sudah bisa sampai ke kawah,” katanya.

“Tak disangka setelah beberapa puluh tahun ditinggalkan, pulau Touna kita menjadi sangat menarik bagi wisatawan,” pungkasnya. (**)

Ayo tulis komentar cerdas