Home Palu

Buku Sejarah Kagaua Palu Jilid II Akan Diterbitkan

12
Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Dr Sri Ramlah Sari pada sebuah kesempatan. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kisah tentang kerajaan beserta raja-raja di Palu telah didokumentasikan dalam buku Sejarah Kagaua Palu Jilid I. Kini Pemprov Sulteng akan menerbitkan lagi Sejarah Kagaua Palu Jilid II.

Jika tidak ada aral melintang buku tersebut akan diterbitkan tahun 2021 mendatang. Terkait rencana itu, Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Dr Sri Ramlah Sari mengatakan, pada 9 November 2020 lalu, pemerintah melalui Taman Budaya dan Museum Sulteng telah menggelar focus discussion group (FGD) Sejarah Kagaua Palu Jilid II yang mengambil tema ‘’Kagaua Palu masa Kodi Vono hingga Djojokodi’’.

Buku tersebut ditulis oleh empat penulis yang sama pada seri pertama. Mereka adalah Nuraedah, Charles Kapile, Wilman Darsono Lumangino, dan Prayitna Presetyawati. Mereka adalah dosen di Universitas Tadulako Palu.

Sri Ramlah Sari mengatakan alasan pembuatan buku sejarah bertujuan untuk membuka wawasan para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum tentang sistem pemerintahan Palu di masa kerjaan.

‘’Selain itu sebagai inspirasi terkait bagaimana masyarakat zaman dahulu membuat senjata, rumah adat, pakaian, dan lain-lain,’’ kata Sri Ramlah Sari yang dihubungi beberapa waktu lalu (18/11).

Dia menambahkan, buku Sejarah Kagaua Palu Jilid II bersifat melengkapi dari buku jilid pertama. Menurutnya ada dokumen-dokumen tentang kerajaan Palu yang disimpan di museum Belanda, yang kini sudah diserahkan ke lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Karena itu pihaknya bersama para penulis akan mendapatkan dokumen tersebut di ANRI.

Sekadar diketahui, dalam buku Sejarah Kagaua Palu Jilid I mengungkap siapa, dimana, dan apa saja yang telah ‘’Magau’’ (raja) lakukan untuk daerahnya. Penulis juga menyebutkan semua magau yang ada dalam buku tersebut adalah para raja yang telah mendedikasikan diri sesuai dengan zaman dan pergolakannya. Buku itu juga mengulas dua hal penting, yakni yang dimulai dari  kondisi Palu masa tradisional, To Kaili: dari Pakava hingga Ranggonau, lembah Palu masa awal kagaua, dan kilas balik.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas