Home Sulteng

2021, Fokus Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

7
Ihsan Basir. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada 2021, salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sulteng yaitu pemberdayaan ekonomi perempuan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng, Ihsan Basir, Selasa, 17 November 2020.

“Kalau dari sisi kesehatan perempuan lebih baik dari laki-laki, tapi dari ekonomi kurang,” ungkapnya.

Ihsan mengatakan hal tersebut didasarkan dari rata-rata pengeluaran perkapita perempuan dibanding laki-laki. Saat ini, usaha yang paling banyak digeluti kaum perempuan yakni UMKM.

“Di atas 60 persen UMKM di Indonesia dikelola perempuan, tapi kontribusi ke PDRB cuma 9,1 persen. Bagaimana menaikkan kontribusi perempuan terhadap PDRB? itu yang akan kita lakukan dengan meningkatkan kualitas dan pemberdayaan ekomoni perempuan,” ujar Ihsan.

Upaya yang akan dilakukan DP3A yaitu lewat pelatihan-pelatihan yang bekerjasama dengan kementerian terkait dan pihak swasta serta NGO. DP3A menggandeng pihak swasta dan NGO untuk mengatasi keterbatasan anggaran di dinas tersebut.

Untuk upaya tersebut, Ihsan juga mengharapkan kerjasama suami agar mengizinkan istri mengikuti pelatihan. Itu karena dalam perjalanan program serupa yang sudah dilaksanakan, sejumlah istri tidak diberikan izin oleh suami untuk mengikuti pelatihan.

“Ada banyak suami yang tidak mau istrinya terlalu banyak ikut pelatihan, itu masalahnya,” pungkas Ihsan.

Diketahui, DP3A Provinsi Sulteng telah membentuk satuan tugas Pusat Pemberdayaan Keluarga (Puspa). Puspa akan gencar melakukan penyuluhan untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah ini.

Puspa diketuai oleh Prof Zainal Abidin dengan melibatkan sejumlah pihak, salah satunya forum anak. Tujuan keberadaan Puspa untuk melahirkan pelopor pencegahan kasus kekerasan, khususnya terhadap anak.

Upaya lainnya melalui penempelan pamflet/stiker ke tempat-tempat strategis yang dikunjungi oleh masyarakat. Salah satu konten yang akan tercantum dalam pamflet/stiker yaitu nomor layanan pengaduan.

“Sasaran kita salah satu menempel di pasar-pasar agar diketahui masyarakat luas,” tandas Ihsan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Muh. Yusuf

Ayo tulis komentar cerdas