Home Sulteng

Tersedia Dana Hibah Bagi Hotel-Restauran

9
Nukman Lawenga. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Digelontorkan oleh Kemenparekraf RI

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Destinasi Dinas Parawisata Kota Palu, Nukman Lawenga, mengungkapkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI belum lama ini mengalokasikan dana hibah Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada Pemerintah Kota Palu sebesar Rp 3,5 miliar lebih.

“Dana hibah tersebut diperuntukkan untuk hotel dan restoran 70 persen, dan 30 persen untuk pemerintah daerah,” kata Nukman, saat dihubungi Metro Sulawesi, Kamis, 19 November 2020.

Menurut Nukman, ada dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh hotel dan restoran sebagai calon penerima dana hibah tersebut, yakni mempunyai surat izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan sudah melunasi pajak hotel dan restoran 2019.

“Bantuan dana hibah ini belum disalurkan, karena kemarin kami masih rapat dengan BPKP kemudian Inspektorat. Dalam pertemuan itu diputuskan kemungkinan minggu depan baru penyalurannya, karena yang menerima bantuan itu harus di SK-kan oleh Kepala Daerah dalam hal ini Wali Kota Palu,” ujarnya.

Nukman mengatakan, penyalurannya nanti akan diawasi langsung oleh BPKP dan Inspektorat, sebab dananya itu langsung masuk ke rekening perusahaan masing-masing. Dana yang disalurkan bukan tunai tetapi sistem transfer ke nomor rekening perusahaan.

“Dari dana 30 persen itu ada tim pengawasan dari Dinas Pariwisata Palu sebanyak 30 orang akan mengawasi protokol kesehatan di hotel dan restoran,” ungkapnya.  

Dengan bantuan dana ini Nukman berharap, hotel dan restoran penerima bantuan itu patut bersyukur, sebab dari 514 daerah tingkat dua seluruh Indonesia yang menerima dana hibah itu hanya 101 kabupaten/kota untuk di Sulteng dan hanya Kota Palu yang menerimanya.

“Kami berharap bantuan yang diberikan Kemenparekraf RI betul-betul  dimanfaatkan oleh manajemen hotel dan restoran. Kami tidak mau intervensi hal-hal yang lain, namun kami harapkan dana itu dipergunakan sebaik mungkin oleh menejemen perusahaan,” ujarnya.

Nukman mengaku, tidak semua hotel dan restoran di Palu dapat menerima bantuan dana ini sebab ada beberapa persyaratan wajib dipenuhi.

“Jika hotel atau restoran itu memiliki TDUP lantas membayar hanya satu bulan pajaknya di 2019 itu menerima dana tersebut, tetapi dananya tidak sama bagi perusahaan yang membayar satu tahun, tetapi jika mereka melunasi pajak, tetapi tidak ada TDUP itu tidak menerima,” katanya.

Nukman sangat berharap, pada 2021 ada lagi bantuan dana hibah Kemenparekraf RI yang diperuntukan untuk industri pariwisata lainnya. Olehnya itu dia mengimbau kepada pemilik semua industri pariwisata yang ada di Palu agar mempersiapkan diri untuk mengurus TDUP kemudian kewajibanya membayar pajak.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Muh. Yusuf

Ayo tulis komentar cerdas