Home Palu

PTSP MTSN 2 Palu Siapkan Sembilan Jenis Layanan

9
Syamsu Nursi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Palu setelah diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng belum lama ini  langsung beroperasi sesuai dengan fungsinya. Demikian dikatakan Kepala MTsN 2 Palu, Syamsu Nursi, di ruang kerjanya, Rabu, 18 November 2020.

“PTSP ini lebih mengutamakan pelayanan yang maksimal, cepat, dan transparan, sehingga masyarakat sangat dimudahkan dalam mengurus keperluan administrasi apapun,” kata Syamsu.

Menurut Syamsu, ada sembilan jenis layanan yang disiapkan pada PTSP tersebut, pertama, layanan surat masuk dan keluar, kedua legalisir ijazah, SKHU, dan rapor siswa, ketiga kesalahan penulisan ijazah, keempat, surat keterangan siswa, kelima surat keterangan hilang dan rusak, enam mutasi siswa dan masuk, tujuh mutasi siswa keluar, delapan pengajuan PIP, serta sembilan pengambilan ijazah siswa.

“Kesembilan jenis layanan ini memang lebih dominan untuk kita di Madrasah, dan hampir setiap hari kami layani di MTsN 2 Palu ini adalah siswa yang rata-rata mengurus legalisir ijazah, maupun pengambilan ijazah yang sudah tamat,” ujarnya.

Kata Syamsu, untuk legalisir ijazah mungkin ada siswa yang ingin masuk Polisi, TNI, atau ingin mendaftar di perusahaan mana saja.

“Semua urusan siswa kami layani secara terpadu, tanpa harus berbelit-belit, sebab sebelumnya orang tua siswa terkadang membutuhkan waktu mengurus dokumen anaknya biasa sampai dua hari, karena pelayanannya tidak terukur,” katanya.

Syamsu mengaku, dengan adanya PTSP ini apa yang diinginkan orang tua maupun siswa yang datang ke sekolah secepatnya akan dilayani, bila perlu hari itu tuntas, tidak perlu harus kembali.

“Kecuali yang sedikit lambat dilayani adalah surat mutasi atau siswa masuk. Sebab terkadang kami harus membutuhkan surat keterangan lepas dari sekolah asalnya, begitupun kami yang melepas harus menunggu lagi surat keterangan siap menerima dari sekolah yang siswa tuju,” terangnya.

Syamsu mengatakan, yang terlibat PTSP ini adalah pegawai tata usaha, karena mereka memang mengurus administrasi, guru tidak dilibatkan dalam PTSP ini.

“Untuk sistem layanan PTSP kami saat ini masih manual, namun ke depannya kita akan mencoba juga pelayanan secara online. Apalagi sekarang situasi saat ini semua menggunakan teknologi informasi berbasis internet. Olehnya itu saya akan berusaha bagaimana layanan PTSP ini lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Kata Syamsu, inti dari lahirnya PTPS ini adalah bagaimana MTsN 2 Palu memberikan layanan kepada masyarakat lebih maksimal, tidak harus berbelit-belit dan harus cepat.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas