Home Sulteng

Pandemi Covid-19, Perusahaan Didorong Tingkatkan Penerapan K3

10
Arnold Firdaus. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulteng, Drs Arnold Firdaus MT, mendorong perusahaan meningkatkan penerapan perlidungan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di masa pandemi covid-19 saat ini.

“Sehubungan dengan adanya kasus tenaga kerja yang terinfeksi covid-19 dan diantaranya ada yang meninggal dunia, maka perlunya peningkatan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja/buruh,” ungkap Arnold dalam salah satu kegiatan di Palu,baru-baru ini.

Dia menyadari tantangan utama yang dihadapi perusahaan saat ini dalam menjalani adaptasi kebiasaan baruyaitu terkait penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus corona di lingkungan kerja.

Hal tersebut sesuai arahan pemerintah pusat berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor: M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dalam program jaminan kecelakaan kerja karena covid-19.

“Saya mengharapkan agar pihak perusahaan dan para karyawan/pekerja serta para pengawas ketenagakerjaan dapat melaksanakan ketentuan yang diatur dalam protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19  di lingkungan perusahaan,” pungkas Arnold.

Beberapa waktu lalu, Arnold juga kembali mengingatkan perkerja/buruh agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) di tempat kerja.

“Saya ingatkan kembali untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja seperti memakai masker, cuci tangan dengan sabun, cek suhu tubuh, dan mengonsumsi vitamin untuk daya tahan tubuh,” ungkap Arnold saat membuka bimtek di Palu, Kamis, 24 September 2020.

Diketahui, Disnakertrans Sulteng telah memberikan bantuan kepada sejumlah pekerja yang terdampak covid-19 di daerahnya. Bantuan dimaksud salah satunya dari Gubernur Sulteng disalurkan melalui Disnakertrans. Bnatuan tersebut dikhususkan untuk pekerja/buruh terdampak pandemi Covid-19.

“Kami salurkan kepada 500 buruh dalam lima hari dua bulan lalu, tepatnya Juli 2020,” ungkap Arnold, Jumat, 4 September 2020.

Dia mengatakan buruh yang menerima bantuan tersebut berprofesi sebagai sopir angkot, bus, dan rental. Selain itu, buruh jasa pengiriman TKI dan buruh yang bekerja di Pantoloan ikut mendapat bantuan dari Gubernur Sulteng.

Bantuan diberikan dalam bentuk sembako dengan perkiraan nominalnya mencapai Rp398.000. Buruh yang menerima bantuan itu yang tidak tercover dalam program nasional Kartu Pra Kerja.

“Bantuan tersebut paling tidak bisa mengurangi kesulitan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari,” pungkas Arnold.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas