Home Palu

Lagi, TPS Liar di Jalan Tanjung Api

8
PATROLI - Lurah Lolu Selatan, Sahdin (paling kiri) saat melakukan patroli lingkungan di Jalan Tanjung Api dan kembali menemukan TPS liar di jalan itu, Rabu, 18 November 2020. (Foto: Dok. Lolu Selatan)

Palu, Metrosulawesi.id – Lurah Lolu Selatan, sahdin, bersama Satgas K5 kelurahan setempat melakukan patroli lingkungan, Rabu pagi, 18 November 2020. Kali ini patroli tersebut menindaklanjuti usaha pengelola Gedung Jodjokodi Convention Center (JCC) terkait tempat pembuangan sampah di kawasan gedung itu.

“Alhamdulillah tempat pembuangan sampah yang dulunya kami keluhkan kepada pengelola JCC telah menjadi taman,” kata Lurah Sahdin melalui sambungan ponselnya, Rabu, 18 November 2020.

Namun, kata dia, pihaknya kembali menemukan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Jalan Tanjung  Api tersebut.

“Tapi kami kembali temukan, juga di Jalan Tanjung Api, Tempat Pembuangan Sampah yang didirikan bukan pada tempatnya. Kami langsung segera mengimbau warga sekitar untuk tidak membuang sampah di TPS tersebut dan selalu menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing,” katanya.

Sebelumnya, Kelurahan Lolu Selatan telah menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan RT/RW dalam Pelayanan dan Administrasi Kepemerintahan selama  dua hari di  Milenium Water Park, Jalan Emi Saelan, Jumat-Sabtu, 13-14 November 2020.

“Alhamdulillah workshop sudah selesai kemarin, peserta yang ikut semua Ketua RT dan RW se-Kelurahan Lolu Selatan berjumlah 52 orang, yang terdiri Ketua RT berjumlah 41 orang dan Ketua RW berjumlah 11 orang,” ungkap Lurah Sahdin.

Sahdin mengungkapkan, tujuan pelaksanaan workshop ini untuk menjadikan Ketua RT dan RW di Kelurahan Lolu Selatan betul-betul memahami tugas dan fungsinya untuk membantu Lurah dalam  pelaksanaan tugasnya di tengah-tengah masyarakat.

“Karena masih ada sebagian Ketua RT belum memahami tugas dan fungsinya, contoh kecil saja tentang administrasi dalam mengeluarkan Surat Pengantar, kadang tujuan tidak dicantumkan, padahal itu hal kecil tapi konsekuensinya berdampak hukum bila ada pihak yang menyalahgunakannya,” tegasnya.

Kata  dia, fungsi RT harusnya mendata semua warga yang lama maupun baru, agar data warga selalu ter up date.

“Tapi hal  ini juga belum terlaksana maksimal, sehingga inilah salah satu tujuan pelaksanaan workshop itu,” katanya.

Reporter: Muh. Yusuf

Ayo tulis komentar cerdas