Home Sulteng

Agar Penurunan Perkawinan Anak Cepat Terealisasi

7
UJUNG TOMBAK - Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola mengukuhkan Perkadis Bangga Kencana di Palu, Kamis 19 November 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Pengukuhan Perkadis Bangga Kencana dan Launching Integrasi Patujua

Palu, Metrosulawesi.id – Angka perkawinan anak yang cukup tinggi di Sulteng jadi salah satu PR (pekerjaan rumah) yang diseriusi Pemerintah Provinsi Sulteng.

Demikian antara lain dikatakan Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola pada Pengukuhan Perkadis Bangga Kencana dan Launching Program Integrasi Patujua, Kamis (19/11), di gedung Pogombo.

Gubernur berharap, terobosan BKKBN Perwakilan Provinsi Sulteng lewat program integrasi Patujua dapat menemui sasaran dalam mempercepat penurunan kasus-kasus perkawinan di bawah umur.

“Saya harap sasaran itu betul-betul bisa dicapai dan teman-teman Perkadis inilah ujung tombak di lapangan,” ujar gubernur.

Ditambah lagi kata gubernur, dengan adanya wadah Perkumpulan Kepala Dinas Pengelola Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan KB (Perkadis Bangga Kencana) se Sulteng juga diharapkan dapat membantu sosialisasi Patujua di kabupaten/kota.

Berdasarkan SK pengukuhan, susunan Perkadis terdiri dari ketua yang dijabat oleh Kadis Pengendalian Penduduk dan KB (P2KB) Kabupaten Poso, wakil ketua diisi oleh Kadis P2KB Bangkep, Sekretaris Kadis P2KB Parigi Moutong, bendahara Kadis P2KB Sigi dan bidang-bidang lainnya yang diisi para kadis P2KB kabupaten/kota se Sulteng.

Lebih lanjut diutarakan gubernur, sebenarnya upaya-upaya memutus mata rantai perkawinan anak sudah dilakukan berbagai instansi pemerintah dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat, akan tetapi belum efektif karena semuanya masih berjalan sendiri-sendiri.

Karena itu Ia kembali menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, orangtua dan generasi muda dalam mengentaskan permasalahan yang ada.

“Agar tujuan kita untuk menurunkan angka perkawinan anak ini bisa cepat terealisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Dra. Maria Ernawati, MM mengungkapkan bahwa BKKBN dan OPD teknis sama-sama berinisiatif bagaimana mempercepat penurunan angka perkawinan anak di Sulteng yang telah menembus angka di atas 50 persen dan lalu tercetuslah Patujua sebagai solusinya.

“Lewat suatu program integrasi dengan menggunakan kearifan lokal, yaitu Patujua yang artinya untuk tujuan bersama,” tutur Kepala Perwakilan menceritakan inisiasi Patujua.

Nantinya program Patujua akan dipayungi dengan Peraturan Gubernur yang akan segera disahkan.

Pada kesempatan itu, Ia juga mengucapkan selamat atas pengukuhan Perkadis Bangga Kencana dengan harapan bisa dijadikan wadah komunikasi antar kadis P2KB dan BKKBN untuk meningkatkan pengetahuan pengelolaan Bangga Kencana di Sulteng. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas