Home Sulteng

Semua OPD akan Diaudit Soal Kearsipan

12
Ardiansyah Lamasitudju.( Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Ardiansyah Lamasitudju, mengatakan, sesuai catatan audit internal masih ada beberapa kekurangan penyelenggaraan kearsipan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Yang pertama arsip masih dianggap suatu hal yang tidak penting, pradigma seperti itu kita harus hilangkan, karena arsip ini sangat penting, bukan hanya di perkantoran saja ada arsip, tetapi arsip itu ada perorangan, kelompok, ormas, dan lainnya,” kata Ardiansyah, di Palu, belum lama ini.

Ardiansyah mengatakan, di perkantoran ini banyak persoalan-persoalan yang sudah terabaikan begitu saja, ketika BPK bahkan Tipikor Kejaksaan memeriksa sebuah delik aduan perkara hal itu tidak bisa dilakukan, sebab arsip yang akan diperiksa sudah tidak ada.

“Banyak kejadian seperti ini yang harus diubah, olehnya itu arsip sangat penting untuk kita,” ungkapnya.

Ardiansyah mengungkapkan, arsip adalah penyelamatan anak bangsa, banyak yang harus menyerahkan dirinya karena persoalan arsip tidak teliti dan tidak dikelola dengan baik.

“Arsip ini dapat menyelamatkan anak bangsa, terkandang kita bingung karena anggarannya cukup sedikit, tetapi jangan lihat anggarannya, bagaimana kita berbuat agar supaya kita tidak dipandang sebelah mata. Jadi teman-teman di arsip nanti akan lebih gencar mengaudit internal arsip sejumlah OPD dengan menyampaikan secara tegas hasil audit itu kepada Bapak Gubernur,” ujarnya.

Kata Ardiansyah, semua OPD akan diaudit internal kearsipannya, hal ini harus dilakukan karena merupakan suatu strategi untuk mengangkat pengelolaan arsip di kantor-kantor.

“Perlu diketahui hampir semua OPD perhatian terhadap arsip sangat lemah, dianggap itu tidak terlalu penting, tetapi ternyata arsip itu sangatlah penting, yang paling penting lagi dan sangat berbahaya ketika kita sudah melakukan berbagai kegiatan beberapa puluh tahun lalu, sudah berganti-ganti kepala dinasnya terkait dengan kebijakan arsip regulasi, peraturan-peraturan, bahkan data tentang pegawai dan aset, itu semua tidak ada, maka ini yang sangat berbahaya,” katanya.

Untuk itu, Ardiansyah berharap, pengelolaan arsip ini lebih diperhatikan oleh semua OPD agar dapat  menyelematkan pertanggungjawaban ketika diperiksa. Dia mengingatkan, agar arsip ini jangan pernah dianggap sebelah mata, karena ini sangat penting untuk ke depannya.

Ayo tulis komentar cerdas