Home Hukum & Kriminal

Polisi Amankan Senpi, Bom dan Amunisi dari Lokasi Dua DPO Poso Tewas Tertembak di Parimo

12
BARANG BUKTI - Sejumlah barang bukti yang disita dari kedua DPO oleh polisi usai penyergapan di desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Mountong, Selasa 17 November 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Palu, Metrosulawesi – Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari dua DPO dugaan teroris Poso yang tewas ditembak di desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Mountong, Selasa 17 November 2020.

Barang bukti itu yakni: 1 senjata revolver, 2 bom lontong, amunisi, GPS, Kompas, korek api, kunci motor, uang tunai, batrei, sepatu dua pasang, tas empat buah, terpal, pakaian, dan alat pribadi lainnya.

Dalam penyergarpan itu kedua DPO masing-masing Wahid alias Aan alias Bojes dan Aziz Arifin alias Aziz, tewas tertembak oleh personel gabungan TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala, sekitar pukul 05.30 Wita.

Kedua DPO Poso itu, melakukan perlawanan saa dilakukan penyergapan yang dilakukan oleh personel Satgas Tinombala, di sebuah pondok yang berada di tengah perkebunan kelapa yang tidak jauh dari pemukiman warga.

Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Abdul Rakhman Baso SH, kepada awak media usai membuka pendidikan pembentukan Bintara Polri tahun 2020, di SPN Polda Sulteng, Selasa 17 November 2020, membenarkan penembakan itu.

“Kedua DPO Poso itu berinisial WH alias AN alias BJ dan AA alias AZ,” ungkapnya.

“Dua DPO Poso itu juga, yang pernah masuk di Kota Palu, beberapa waktu lalu, dan dilakukan pengejaran hingga ke wilayah parimo,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Kapolda meminta sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso, untuk segera menyerahkan diri.

“Harapan kita yang lain itu (sisa DPO) segara menyerahkan diri secara baik-baik untuk dilakukan proses hukum, kalau tidak apa boleh buat,” tegasnya.

Kapolda juga mengatakan bahwa, hingga saat ini aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata, yang masuk dalam DPO Poso tersebut.

“Kita tetap eksis mengejar yang sisa 11 orang itu tidak akan pernah berhenti, makanya kami diimbau menyerahkan diri,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto SIK, saat dikonfirmasi melalui telefon mengatakan bahwa, rencananya jenazah kedua DPO Poso itu, akan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng.

“Jenazahnya sudah diberangkatkan dari TKP, dan masih dalam perjalanan,” ujarnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas