Home Sulteng

Kasus Kekerasan Perempuan-Anak Melonjak

10
Ihsan Basir. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaporkan melonjak di wilayah Sulawesi Tengah. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng, Ihsan Basir, mengungkapkan lonjakan kasus kekerasan tersebut terjadi di tengah kondisi yang masih mengahadapi pandemi covid-19 hingga saat ini.

“Data memperlihatkan terjadi peningkatan kasus kekerasan empat sampai lima kali lipat di masa pandemi,” ungkapnya, Selasa, 17 November 2020.

Ihsan membeberkan, berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA), tercatat pada Februari lalu sebelum pandemi merebak, kekerasan terhadap perempuan dan anak hanya 67 kasus di daerah ini. Angka tersebut kemudian melonjak drastis menjadi 239 kasus per September 2020.

Berdasarkan tempat kejadian, kasus kekerasan paling banyak terjadi di dalam rumah tangga. Sementara untuk pelaku kekerasan, tercatat didominasi laki-laki di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dikatakan, kabupaten yang paling banyak melaporkan kasus kekerasan perempuan dan anak yaitu Poso. Namun demikian belum ada jaminan kabupaten/kota lainnya minim kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Jadi sistemnya data kasus kekerasan yang kami sampaikan berdasarkan laporan dari kabupaten/kota. Untuk saat ini, Kabupaten Poso yang paling banyak menyampaikan laporan,” ujar Ihsan.

Menurutnya, peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya di Sulawesi Tengah. Provinsi lainnya, bahkan sejumlah negara disebut juga menyampaikan laporan serupa adanya lonjakan kasus kekerasan perempuan-anak.

Hanya saja, Ihsan belum bisa memastikan korelasi antara masa pandemi dengan peningkatan kasus. Itu karena sampai saat ini pihaknya belum melakukan riset atas laporan peningkatan kasus kekerasan di masa pandemi covid-19.

“Saya belum bisa mengatakan karena pandemi kasus kekerasan meningkat. Tapi yang pasti ada fakta bahwa kasus meningkat di masa pandemi. Apakah karena faktor intensitas pertemuan yang tinggi atau faktor ekonomi dan lainnya? tentu itu bisa saja terjadi tapi belum ada yang melakukan riset terkait hal itu,” ucapnya.

Ihsan mengharapkan bersama-sama elemen masyarakat bisa menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dia juga mengharapkan peran aktif masyarakat untuk melapor jika mengetahui adanya kasus kekerasan. Laporan bisa disampaikan melalui layanan telpon/sms/whatsapp ke nomor 081145604320 atau 081145604321.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas