Home Ekonomi

Bea Cukai Tindak Pabrik MMEA Ilegal

10
Kepala Bea Cukai Pantoloan Alimuddin Lisaw memberikan keterangan hasil penindakan di sebuah pabrik minuman beralkohol di Kota Palu, Selasa, 17 November 2020. (Foto: Yanne/ Humas BC)

Palu, Metrosulawesi.id – Bea dan Cukai Pantoloan menindaki sebuah pabrik minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dan menyita 214 botol MMEA ilegal berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai. Petugas juga menyita sejumlah bahan lainnya di sebuah pabrik di Kelurahan Pengawu, Kota Palu, 9 November lalu.

Kepala KPPBC TMP C Pantoloan Alimuddin Lisaw menjelaskan penindakan pabrik MMEA ilegal tersebut bermula dari adanya informasi intelijen bahwa terdapat sebuah truk yang mengangkut BKC ilegal dari Kota Palu menuju Kabupaten Pasangkayu.

“Atas informasi tersebut, petugas Bea Cukai Pantoloan melakukan penindakan terhadap sebuah truk di wilayah Kabupaten Pasangkayu, dan mendapati 960 botol MMEA illegal berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai,” kata Alimuddin Lisaw.

Menurut Alimuddin, saat dilakukan pengembangan kesebuah bangunan di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu dan berhasil mengamankan Jim sebagai pemilik pabrik tersebut, beserta barang bukti berupa 214 botol MMEA illegal berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai, etanol sebanyak 1.800 liter yang dikemas dalam 9 drum plastik, beras ketan yang difermentasi sebanyak 138 kg.

Petugas juga mengamankan bibit aroma aneka rasa sebanyak 26 botol, segel tutup botol sebanyak 489.200 buah, label botol sebanyak 197.400 lembar, satu unit alat pengepress tutup botol, satu unit panci/ketel dan drum destilasi, serta botol kaca kosong sebanyak 23.936 buah.

Adapun total nilai barang terhadap pelanggaran ini sebesar Rp 166 juta. dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 39 juta.

Pelaku melanggar pasal 50 dan pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Terhadap pelanggaran tersebut saat ini petugas KPPBC TMP C Pantoloan sedang melakukan pendalaman dan penelusuran atas pihak-pihak terkait serta terus berupaya meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran serupa.

Kegiatan ini sejalan dengan program strategis Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk melaksanakan Operasi Gempur MMEA untuk mengantisipasi maraknya peredaran MMEA ilegal pada akhir tahun.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas