Home Nasional

Targetkan 2.800 Guru Lolos Seleksi

9
BIMBINGAN TEKNIS - Guru-guru calon Guru Penggerak mengikuti bimbingan teknis yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Guru Tenaga Kependidikan. (Foto: Istimewa)
  • Kemendikbud Jemput Bola Pendaftaran Calon Guru Penggerak

Jakarta, Metrosulawesi.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Guru Tenaga Kependidikan PAUD jemput bola ke daerah untuk membantu pendaftaran program guru penggerak bagi para guru dan tenaga kependidikan jenjang TK, SD, SMP dan SMA pada angkatan kedua. Kali ini Kemendikbud menargetkan menjaring sebanyak 2.800 guru lolos seleksi.

“Kami sengaja jemput bola dengan datang ke daerah karena ingin lebih banyak menjaring para guru yang mendaftar sebelum diseleksi. Kalau bisa kami mau menjaring 1.000 persen dari kuota yang telah ditetapkan di masing-masing daerah agar seleksi dapat lebih kompetitif,” kata Direktur GTK PAUD, Santi Ambarrukmi, Senin 8 November 2020.

Program Guru Penggerak untuk angkatan kedua, diprioritaskan untuk 56 Kabupaten/Kota. Direktorat GTK PAUD melaksanakan sosialisasi dan menjaring guru di tiga Provinsi, yakni Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Pendaftaran Program Guru Penggerak akan diperpanjang sampai tanggal 14 November 2020.

Pada acara bimbingan teknis untuk pendaftaran Guru Penggerak di Gorontalo terjaring sebanyak 380 guru. Sementara kuota untuk Kabupaten Gorontalo hanya 44 guru. Adapun di Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Takalar terjaring sebanyak 272 yang memiliki kuota 29. Untuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, terjaring sebanyak 187 dengan kuota 40.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Yosef P. Koton yang didampingi Kepala Dinas Kabupaten Gorontalo, Zubair Pomalingo dan Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Gorontalo, Amin Nusi mengatakan, meski sudah melewati kuota, dia yakin akan masih banyak guru yang mendaftar sampai batas waktu penutupan.

“Program Guru Penggerak merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru. Jadi ini kesempatan yang baik bagi para guru untuk ikut program ini,” ujar Yosef.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Muhammad Jufri mengapresiasi Kemdikbud yang juga berupaya jemput bola untuk menjaring guru penggerak.

Para guru calon Guru Penggerak mengikuti bimbingan teknis yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Guru Tenaga Kependidikan. (Foto: Istimewa)

“Kita membutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas. Terlebih dengan perkembangan teknologi. Kita harus siap menghadapi tantangan ke depan, sehingga bisa menghasilkan anak didik yang berkualitas pula,” jelasnya.

Sekda Kabupaten Banggai Abdullah yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Nurdjalal menyambut baik program guru penggerak di Kabupaten Banggai.

“Ini kesempatan yang baik bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru. Secara otomatis ini juga akan mendongkrak kualitas proses dan hasil belajar murid,” kata Abdullah.

Peserta guru penggerak akan menjalani pendidikan selama sembilan bulan.

Peserta guru penggerak, bukan hanya guru yang berstatus PNS, tetapi juga bisa dari guru non PNS baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Program guru penggerak sudah dicanangkan sejak 3 Juli 2020. Untuk angkatan pertama sudah tersaring 2.800 guru dari 19.218 guru yang mendaftar.

Selain merekrut calon peserta program Guru Penggerak, Kemendikbud juga mendorong guru berpengalaman, kepala sekolah, pengawas sekolah, praktisi/ akademisi/ konsultan untuk mendaftarkan diri sebagai pengajar praktik (pendamping) program Guru Penggerak. Seleksi pengajar praktik (pendamping) sudah dibuka tanggal 20 Oktober, dan ditutup pada 20 November 2020. (*)

Ayo tulis komentar cerdas