Home Sulteng

Sofyan Cetuskan Gagasan Aksi Perubahan Kinerja

8
FOTO BERSAMA - Kepala UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Disnakertrans Provinsi Sulteng, Sofyan, foto bersama pekerja saat melakukan pengawasan di salah satu perusahaan, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng, Sofyan S.Sos M.Si, mencetuskan gagasan aksi perubahan kinerja saat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 1 Tahun 2020 di BPSDM Prov Sulteng.

Gagasan yang dicetuskan melalui lagu lawas Naker Suteng yaitu lakukan dan gungakan layanan pengawasan ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah. Gagasan tersebut menitikberatkan aspek penerapan norma kerja, norma kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Gagasan dicetuskan didasari karena sebagian perusahaan di daerahnya belum maksimal dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19 di lingkungan kerja.

“Sebagian perusahaan di Sulteng, baik skala menengah maupun kecil, untuk mematuhi protokol kesehatan di lingkungan kerja masih terasa berat,” ungkapnya, Jumat, 13 November 2020.

Namun demikian, sebagian perusahan kategori menengah sudah membekali pekerja/buruh pemahaman terkait covid-19 tentang penularan dan pencegahannya di lingkungan kerja. Penerapan prokes seperti pemasangan imbauan, penyediaan dan penggunaan masker, penyesiaan tempat cuci tangan, mengatur jarak dalam bekerja sudah diterapkan.

Selain soal prokes, Sofyan juga mengungkapkan dari hasil pengawasan yang dilakukan, sejumlah perusahaan belum merata penerapan K3 dalam perusahaan di era AKB saat ini. Salah satu hal yang tak lupa disasar dalam aksi perubahannya, yaitu aspek keselamatan dengan memasukkan pengurangan risiko bencana, yang didasari atas karakteristik daerah rawan bencana gempa bumi, tsunami dan likufaksi.

“Tujuannya untuk mengantisipasi dan memberikan mitigasi keselamatan bagi pekerja/buruh di perusahaan,” ujar Sofyan.

Aksi perubahan itu sudah disosialisasikan terkait layanan pengawasan di era AKB terhadap kesehatan kerja di lingkungan perusahaan. Sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, Drs Arnold Firdaus MTP, di Swiss-Bell Hotel  jalan Malonda Nomor 1 Palu, beberapa waktu lalu. Peserta            sosialisasi yang berjumlah 20 orang.

Saat membuka sosialisasi, Arnold menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini yakni menjalani AKB terkait penerapan prokes agar terhindar dari penularan covid-19) di lingkungan kerja.

Dasarnya yaitu berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor: M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja pada Kasus Penyakit Akibat Kerja Karena Covid-19.

“Dengan adanya kasus pekerja/buruh atau tenaga kerja yang terinfeksi covid-19 bahkan ada yang meninggal dunia, maka perlunya peningkatan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja/buruh,” ucapnya.

Sementara terkait pelaksanaan aksi pengurangan risiko kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan, gagasan Sofyan disosialisasikan dalam bentuk simulasi  gempa bumi dilaksanakan di PT. Gema Palu, beralamat di jalan Panada Nomor 7.

“Dalam simulasi kami melibatkan beberapa orang karyawan yang ada di perusahaan tersebut dengan skema/simulasi gempa bumi yang kita ketahui bersama bahwa Kota Palu merupakan daerah patahan sesar Palu-Koro,” jelas Sofyan.

Pengawasan juga dilakukan di PT. Surya Setia Sejahtera, jalan Malonda Palu. Perusahaan itu disebut telah menerapkan metode kerja dengan memperhatikan prokes antara lain, menjaga jarak dan menyiapkan tempat cuci tangan memberikan batas antara pekerja dalam satu ruangan kerja.

“Kedepan nantinya layanan pengawasan ketenagakerjaan ini akan dilakukan di beberapa perusahaan baik skala menengah provinsi dan  perusahaan skala kecil lingkup kabupaten/kota,” pungkas Sofyan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas