Home Palu

Ansyar: Dilarang Kendarai Mobil Brending Paslon

10
H. Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • PHL-ASN Diminta Jaga Netralitas

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Ansyar Sutiadi, kembali mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pekerja Harian Lepas (PHL), di lingkungan Dinas dan sekolah agar menjaga netralitas selama Pemilihan Kepala Daerah di Kota Palu, dan Provinsi Sulawesi Tengah.

“Imbauan ini dalam rangka mewujudkan netralitas ASN dan PHL di lingkungan kerja kantor Disdikbud Kota Palu,” kata Ansyar melalui imbauan yang disampaikanya lewat Whatsapp Grup, belum lama ini.

Ansyar menegaskan, ASN dan PHL dilarang membawa kendaraan yang melekat simbol atau branding pasangan calon kepala daerah, khususnya di lingkungan kantor Disdikbud Kota Palu.

“Diharapkan juga para pejabat struktural secara berjenjang menyampaikan imbauan pelarangan itu kepada para staf masing-masing,” ujarnya.

Disamping itu, Ansyar mengimbau kepada petugas parkir atau ASN dan PHL yang menemukan kendaraan tersebut masuk atau parkir di halaman kantor Disdikbud Kota Palu agar mengarahkan kendaraan untuk keluar dari lingkungan dan halaman kantor Disdikbud Kota Palu.

“Demi tertibnya pelaksanaan instruksi ini diharapkan Plt. Sekdis dan para sahabat Kabid untuk mengawasi pelaksanaannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ansyar mengimbau, kepada para ASN khususnya tenaga pengajar atau Guru agar tidak terlibat politik praktis.               

“Sanksi netralitas ASN itu hal yang wajib diketahui oleh para Guru, dan tentunya ASN tidak boleh masuk dalam politik praktis,” tegas Ansyar.

Menurut Ansyar, sanksi netralitas tersebut sangat tegas, ASN yang terlibat politik praktis akan mendapat sanksi yang berat bahkan sampai pada pemecatan dari jabatan.

“Tidak perlu kita terlibat, bahkan melibatkan diri, silahkan datang ke TPS, gunakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang di kotak suara, untuk masa kampanye atau proses politik kita tidak perlu ikut campur atau melibatkan diri,” katanya.

Untuk itu Ansyar berharap, para guru maupun Kepsek agar tidak terlibat secara langsung dalam politik dan  melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar dan pendidik dengan baik untuk mencerdaskan generasi bangsa. 

“Yang seharusnya mereka lakukan adalah melaksanakan tugas utamanya saja, lakukan itu dengan baik. Hal-hal yang tidak diperbolehkan atau dilarang oleh Bawaslu, saya kira para Kepsek dan Guru sekolah sudah tahu jelas, karena sudah diberitahu,” ujarnya.

Apalagi kata Ansyar, di masa pandemi ini tantangan dunia pendidikan semakin berat, sehingga para Guru diharapkan untuk fokus dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di masa pandemi.

“Saat ini kita masih melakukan PJJ dari rumah, fokus saja kesitu, mendidik anak-anak kita dan jangan coba-coba masuk ke ranah politik praktis di Pilkada ini,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas