Home Poso

Ribuan Naker di Poso Di-PHK

12
ILUSTRASI - PHK. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Sejak Mei 2020 sebanyak 4.029 tenaga kerja (naker) di Poso yang mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi karena di-PHK (pemutusan hubungan kerja), atau dirumahkan oleh pihak perusahaan akibat pandemi Covid-19.

“Sejak adanya Covid-19 tahun ini ada ribuan tenaga kerja Poso yang di-PHK. Namun semuanya selesai dengan baik, entah perusahaan melunasi gaji pegawai dengan cicil dan angsuran,” tutur Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Poso Ir Abdul Kahar Latjare MSi kepada Metrosulawesi, Kamis 12 November 2020.

Ribuan tenaga kerja itu berasal dari sejumlah perusahaan. Termasuk PT Poso Energy, perusahaan yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air di Poso.

Kahar mengatakan, Tugas dinas adalah menerima laporan tenaga kerja seperti di-PHK, dirumahkan atau gaji tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan, semuanya dilaporkan ke dinas.

“Walaupun demikian kami telah menyelesaikan laporan tersebut dengan baik melalui pendekatan, negosiasi dengan pihak perusahaan dengan menggunakan Undang-Undang Nomor 13 tentang Ketenagakerjaan,” ujar Kahar.

Ribuan tenaga kerja yang di-PHK itu sebagai akibat dari menurunnya produksi oleh perusahaan. Kadis mengatakan, alasan perusahaan tersebut melakukan PHK dan merumahkan karyawan, karena produksi perusahaan berkurang atau dihentikan akibat adanya pandemi.

Salah satu upaya Pemda Poso untuk mengantisipasi PHK itu dengan membuka ruang pelatihan Balai Latihan Kerja yang ada di beberapa titik di Kabupaten Poso.

“Kami melakukan upaya pelatihan tenaga kerja yang profesional untuk mereka bisa bekerja lagi di masa covid ini. Contohnya saat covid ini belasan tenaga ngelas yang bekerja di PT. Poso Energy adalah tenaga-tenaga yang dilatih oleh BLK, ” kata Kadis.

Saat pandemi Covid seperti ini katanya, para pencari lapangan kerja di Poso banyak masuk polisi dan TNI. Jumlahnya mencapai 90 persen dari total perncari kerja.

“Ada sekitar 200 orang pencari kerja di Poso sejak Mei 2020 karena Covid, masuk dalam perekrutan bintara polisi dan Tentara, sisanya sekitar 10 persen masuk ke perusahaan swasta, ” pungkasnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas