Home Sulteng

Penyandang Disabilitas Kini Disebut PPKS

9
Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulteng, Ridwan Mumu, mengungkapkan penyandang disabilitas yang sebelumnya disebut PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial), kini diganti menjadi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

“Tujuannya untuk menghapus stigma buruk seakan-akan para penyandang disabilitas ada pembawa masalah. Padahal, jika mereka diberikan kesempatan yang sama untuk berkarya, meraka juga bisa seperti masyarakat non disabilitas,” ucap Ridwan saat tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Kelurahan Tatura, Kota Palu, Rabu 11 November. 

Selain penyebutan untuk disabiltas, Ridwan juga mengungkapkan fakir miskin yang diganti menjadi mereka yang kurang mampu atau prasejahtera. Bagitu juga istilah tuna susila, diganti  juga menjadi tuna sosial.

Dalam kesempatan ini, dilakukan launching Forum Kelompok Rentan atau disebut KEREN Tingkat Provinsi Sulteng. Kegiatan diawali dengan peringatan Hari Pahlawan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng. Launching KEREN ditandai dengan menabur bunga sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan.

“Ini merupakan hari bersejarah yang bisa dicatat dalam sejarah kemanusiaan bahwa Forum KEREN ini, insyaallah tidak hanya ada di Indonesia, tapi akan mendunia. Biarlah launching ini disaksikan oleh mereka-mereka yang telah terbaring, tapi hati dan jiwanya ada di sekeliling kita. Biarlah mereka (para pahlawan) menadi saksi bahwa kita akan menjalankan tugas kita di forum ini dengan baik,” ucap Ridwan.

“Saya berterima kasih kepada seluruh NGO khususnya yang berada di klaster perlindungan dan pengusian, serta yang tergabung dalam forum kelompok rentan ini,” tambahnya.

Dia berharap kelompok rentan yang telah dibentuk tidak hanya keren dinama saja, tapi juga orang-orangnya harus sekeren namanya melalui kegiatan-kegiatan positif. Jangan hanya pajangan yang keren, namun juga diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Ridwan menambahkan bahwa lauching KEREN telah dilaporkan ke Kementerian Sosial untuk segera mendapatkan persetujuan.

“Kita melapor ke kementerian pada tanggal 10 November 2020, kapan pun disetujui maka itu akan kita catat dalam sejarah,” tandas Ridwan.

Adapun launching KEREN dilakukan Dinsos Sulteng setelah melalui dua kali pembahasan bersama 15 lembaga Non Govermantal Organization (NGO) yang melakukan pendampingan di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Diharap bisa memberikan sumbangsi kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kepada pemerintah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas