Home Poso

Lahan Gembalaan Terendam Luapan Danau Poso

12
PERTEMUAN - Pemerintah Kabupaten Poso dan PT Energy Poso, serta warga menggelar pertemuan membahas masalah terendamnya lahan gembalaan, di Balai Desa Tokilo. (Foto: Istimewa)
  • Kerbau Mati, Peternak Tuntut PT Poso Energy

Poso, Metrosulawesi.id – Peternak kerbau di desa Tokilo dan Tindoli, Kecamatan Pamona Tenggara mendesak PT Poso Energy, pengelola PLTA Poso memberi ganti rugi kematian puluhan ternak kerbau.

Ternak-ternak warga mati karena kekurangan pakan akibat lahan gembalaan teredam luapan air Danau Poso sejak Juli 2020. Air Danau meluap akibat uji coba pintu air PLTA Poso 1. 

Para peternak di Desa Tokilo dan Tindoli di Kabupaten Poso menuntut PT Poso Energy, pengelola PLTA Poso, untuk membayar ganti rugi kematian ternak mereka. Pasalnya, ternak mereka mati kelaparan karena lahan penggembalaan terendam air Danau Poso yang meluap akibat kegiatan uji coba pintu air PLTA Poso.

Suratno, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, mengatakan ada 94 ekor kerbau, baik anakan maupun indukan, di kedua desa itu yang mati kekurang gizi akibat lahan penggembalaan berkurang.Menurutnya, sekitar 60 persen dari 300 hektare lahan penggembalaan terendam air sejak Juli 2020.

“Sehingga dengan terendamnya wilayah itu, kerbaunya lapar, sekarang rata-rata kurus,” ungkap Suratno Kamis 12 November 2020.

Desa Tokilo dan Tindoli adalah sentra pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Poso. Di dua desa itu terdapat 700 ekor kerbau. Hamparan ladang penggembalaan terletak di tepian Danau Poso.

Hertian Tangku’a, Kepala Desa Tokilo, mengungkapkan kematian kerbau itu menimbulkan kerugian yang cukup besar terhadap para peternak setempat. 

“Yah dikalikan saja, per ekor kerbau. Kalau anakan umur satu tahun ke bawah delapan jutaan, indukan itu ya, sepuluh juta ke atas. Boleh di kali itu, itu kerugiaannya,” ungkapnya.

Memiliki ternak kerbau merupakan modal ekonomi bagi warga karena sewaktu-waktu bisa dijual untuk membiayai kebutuhan hidup mereka, termasuk untuk membiayai kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. 

Kurniawan, salah seorang pemilik kerbau di Desa Tokilo, mengatakan satu ekor kerbau miliknya mati karena kelaparan karena lahan penggembalaan terendam air.

“Kalau teman-teman lain sudah banyak. Tadikan sudah sempat dibicarakan, sudah sekitar 94 kerbau kan yang mati  karena lahan rumputnya sudah habis terendam,” ujar pria berusia 31 tahun itu.

Sejak April 2020, PT. Poso Energy melakukan uji coba buka tutup pintu air bendungan PLTA Poso. Akibat uji coba itu – yang akan berlangsung hingga Desember — permukaan air danau naik hingga 50 sentimeter.Selain merendam kawasan pengembalaan ternak kerbau, data dinas Pertanian Kabupaten Poso juga menyebutkan 426 hektare areal persawahan terendam di 16 desa di kecamatan Pamona Puselemba, Pamona Barat, Pamona Selatan dan Pamona Tenggara.

PT Poso Energy Siap Ganti Rugi

Padang yang menjadi tempat pengembalaan ternak warga terendam luapan Danau Poso. (Foto: Istimewa)

SEMENTARA itu, Handian Lartiana, humas PT Poso Energy menjelaskan pihaknya akan mengganti kerugian yang dialami warga akibat uji coba itu. Saat ini, perusahaan masih dilakukan pendataan terhadap warga pemilik lahan sawah dan ternak yang terdampak di empat kecamatan tersebut. 

“Kami bertanggung jawab, Pak. Insyaallah, termasuk tadi yang tersirat sudah disampaikan ada tali asih atau apa tentu masukkan buat kami agar bisa kami segera realisasikan. Kapan? Kemana saja?,” ujar Handian kepada wartawan.

Handian menambahkan, pendataan penting agar tidak salah sasaran penerima ganti rugi. Menurutnya, berdasarkan bperhitungan pihaknya areal terdampak luapan danau Poso seluas 206 hektare. Namun, Poso Energy menyadari bahwa masyarakat bisa mengklaim bahwa segala yang tergenang itu akibat Poso Energy.

“Padahal perlu juga diperhitungkan enam anak sungai yang bermuara di Danau Poso. Semua sungai-sungai itu bisa berpotensi meluap sehingga menggenangi areal persawahan di sekitar danau,” jelas Handian.

Uji coba itu juga untuk mendapatkan data kebutuhan air untuk operasional turbin PLTA Poso Satu yang akan beroperasi pada Januari 2022. PLTA Poso Satu berkapasitas 130 megawatt (MW). Pembangkit baru itu akan melengkapi PLTA Poso Dua yang telah beroperasi sejak 2012.

Total kapasitas maksimum keduanya mencapai 515 megawatt.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas