Home Palu

Harus Bangga Konsumsi Produk Anak Bangsa

10
SAMBUTAN - Kadispar Sulteng, I Nyoman Sriadijaya, saat menyampaikan sambutan di kegiatan DKT Skema Insentif Industri Kreatif Musik dan Seni Pertunjukan, di salah satu Hotel di Palu, Kamis, 12 November 2020. (Foto: Istimewa)
  • Kemenparekraf RI Gelar DKT di Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Direktorat Insentif Industri Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf RI menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Skema Insentif Industri Kreatif Musik dan Seni Pertunjukan, di salah satu Hotel di Palu, Kamis, 12 November 2020.   

Kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Industri Kreatif, Dr Mohammad Amin Abdullah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palu, Nawab Kursaid, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, I Nyoman Sriadijaya yang sekaligus memberikan sambutan dan membuka acara tersebut.

I Nyoman yang sekaligus menjadi pemateri dalam giat tersebut memaparkan tentang arah pengembangan kebijakan ekonomi kreatif di Sulteng. Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif terhadap pelaku usaha industri sangatlah penting dalam menopang dunia kepariwisataan, karena mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi sebagai sektor industri yang dihasilkan oleh kekayaan intelektual, yang mana peranannya sangat penting dalam memajukan klaster Pariwisata di Indonesia.

“Ada beberapa hal arah kebijakan ekonomi kreatif di Provinsi Sulteng, yang pertama adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), bidang industri kreatif melalui pendidikan dan pelatihan formal maupun non formal,” katanya.

Kedua, kata I Nyoman, menyelenggarakan atau mendukung pelaksanaan event karya kreatifitas anak bangsa secara regular berdasarkan kalender event daerah, serta ketiga peningkatan kualitas dan kuantitas serta akses pasar promosi pariwisata dan ekonomi kreatif dalam dan luar negeri.

“Selain itu tujuan kebijakan ekonomi kreatif di Sulteng untuk meningkatan kontribusi di Industri kreatif, serta adanya peningkatan apresiasi kreativitas karya pelaku industri kreatif, dan peningkatan SDM dalam hal kapasitas dan profesionalisme, kemudian terciptanya inovasi karya anak bangsa di sektor ekonomi kreatif,” ujarnya.

I Nyoman mengatakan, dalam membangun pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, pihaknya mengajak agar mengkonsumsi produk serta jasa kreatif lokal anak bangsa.

“Kita harus bangga buatan Sulteng, karena produk-produk yang dihasilkan dari seni pertunjukan yang ditampilkan, insyaallah ke depan akan menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Industri Kreatif Kemenparekraf RI, Amin Abdullah, memaparkan tentang berbagai kebijakan serta kegiatan yang selama ini digelar pada 2020. Diantaranya tentang draf naskah Peraturan Menteri, akselerasi pendampingan dan inkubasi penciptaan produk kreatif  di daerah destinasi super prioritas pariwisata, serta kegiatan lain dalam masa penanggulangan darurat Covid-19.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas