Home Sulteng

Uji Kelaikan Bus Mulai Awal Desember

13
RAMP CHECK - Petugas Dishub saat melakukan ramp check armada bus pengangkut pemudik. (Foto: Ist)
  • Natal dan Tahun Baru

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng memastikan tetap akan melaksanakan uji kelaikan bus yang akan digunakan masyarakat dalam momentum libur Natal dan Tahun Baru 2020-2021.

“Kami tetap wajib melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (bus),” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Provinsi Sulteng, Made Sudita, Rabu, 11 November 2020.

Dia mengatakan tujuan pemeriksaan untuk memastikan armada yang digunakan laik jalan atau dalam kondisi baik. Untuk memenuhi kriteria laik jalan, ada lima hal yang harus dipenuhi, yaitu ban tidak boleh aus, ban vulkanisir tidak boleh di depan, kaca depan tidak boleh retak apalagi pecah, speedometer harus berfungsi, rem tangan juga harus berfungsi serta adanya sabuk pengaman.

Pelaksanaan uji kelaikan akan melibatkan instansi terkait dengan di terimal dan jembatan timbang. Tujuannya agar pemeriksaan tidak mengganggu arus lalu lintas atau pengguna jalan raya.

“Jadi kalau tidak laik jalan tentu tidak diperbolehkan beroperasi karena menyangkut keselamatan penumpang,” ucap Made.

Sebelumnya, Dishub Provinsi Sulteng memastikan mudik gratis dalam rangka Natal dan Tahun Baru kali ini ditiadakan dampak pengalihan anggaran untuk penanganan virus corona (Covid-19) di daerah ini.

“Anggaran untuk mudik gratis lebaran dan natal sudah ditarik untuk penanganan Covid-19,” ungkap Staf Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dishub Sulteng, Yasir, mewakili Kepala Bidang, Sumarno di Palu, Selasa, 1 September 2020.

Diketahui, mudik gratis lebaran juga ditiadakan tahun ini, salah satunya untuk memutus matarantai Covid-19. Program mudik gratis untuk 2020 sebelumnya telah diprogramkan Dishub Sulteng dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Natal dengan anggaran sekitar Rp170 juta. Namun pandemi virus corona mengharuskan Pemprov Sulteng melakukan recofusing anggaran.

Yasir menyebut anggaran Dishub Provinsi Sulteng dialihkan sekitar Rp7 miliar dengan pemotongan dua tahap. Awalnya Dishub Sulteng optimis hanya mudik gratis lebaran yang ditiadakan.

“Sebenarnya sempat ada harapan mudik gratis natal bisa diadakan, tapi karena Covid masih lanjut terpaksa dipotong lagi anggaran Dishub,” ucap Yasir.

Dishub dikatakan tidak bisa berbuat banyak karena pengalihan anggaran suatu keharusan untuk difokuskan menangani dampak Covid-19. Masyarakat diyakini akan memahami ditiadakannya mudik gratis natal.

“Masyarakat sepertinya sudah paham karena sampai saat ini tidak ada yang datang untuk menanyakan mudik gratis,” pungkas Yasir.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas