Home Palu

Strategi Calon Wali Kota Naikan PAD

11
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palu adu strategi dalam menaikan PAD dalam debat publik, 11 November 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Calon Wali Kota Palu nomor urut 01, Aristan Optimistis mampu menaikan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Palu Rp300-350 Miliar jika terpilih pada pemilihan serentak 2020 9 Desember mendatang.

Optimistis itu diutarakannya saat menjawab pertanyaan peningkatan PAD dalam debat publik putaran kedua calon wali kota dan wakil wali kota palu, Rabu 11 November 2020. Menurutnya, potensi tambang non mineral kota palu menjadi salah satu sektor yang mampu menaikan pajak PAD sepanjang dikelolah dengan benar.

Memperkuat BUMD dengan menempatkan kalangan profesional sebagai pengelolaanya, BUMD akan mampu mendapatkan arah usaha yang tepat.

“Selama ini kesannya BUMD itu diisi tim pemenangan, tidak punya kemampuan menjalankan perusahaan yang sesuai dengan prospek bisnisnya. Jika kami terpilih, saya pastikan BUMD kota palu akan diisi kalangan profesional,” ujar Aristan.

Lain halnya dengan calon wali kota nomor urut 02, Hadiyanto Rasyid, sektor perparkiran menjadi sorotannya. Hadi potensi perparkiran Kota Palu untuk menyumbang PAD cukup strategis, sayangnya potensi itu tidak terkelola dengan bagus. Kedepan bila terpilih, Hadiyanto memastikan potensi perparkiran terkelola dengan baik, sehingga potensinya tercatatkan dengan baik di kas daerah.

Hadiyanto juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dia menyadari PAD akan bertumbuh bila ada gairah ekonomi masyarakat. Karena itu pemerintah perlu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan PAD. Salah bentuk mendorong ekonomi masyarakat dengan melakukan revitalisasi pasar berbasis sekmentasi.

Strategi berbeda ditawarka oleh calon wali kota nomor urut 03, Hidayat, dimana dia akan menyasar pengembangan kawasan seperti gunung, bukit dan sungai. Untuk menggairahkan ekonomi pada potensi itu, Hidayat menyiapkan infrastrukturnya, kedepan kiri kanan sungai akan dibangun jalan sehingga membuka kawasan baru perekonomian.

“Kami juga akan mememodifikasi pelayanan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Jika sebelumnya penagihan PBB dilakukan oleh lurah, kedepan kami akan memberdayakan RT/RW untuk menarik tagihan PBB,” tutur Hidayat.

Program berbeda disampaikan oleh calon wali kota nomor urut 04, Imelda Liliana Muhidin, dimana untuk meningkatkan PAD, dia akan memaksimalkan pajak rumah makan. Begitupula dengan pajak penerangan jalan umum, potensi akan digarap dengan benar. Imelda ingin memastikan tagihan listrik yang dibayar pemerintah kepada PLN, berdampak pada PAD, karena disitu ada pajak.

“Kami juga mendorong perusahaan daerah menjadi perseroan, sehingga bisnisnya lebih luas lagi, dengan begitu PAD juga bertambah,” tuturnya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Palu, Agussalim Wahid saat membuka debat publik putaran kedua mengatakan, debat publik diharapkan menjadi penyebaran profile visi misi dan program kerja Paslon kepada masyarakat untuk memilih, sekaligus memberikan informasi seluas-luasnya kepada pemilih, sehingga menjadi bahan pertimbangan pemilih untuk menjatuhkan pilihannya di hari pemilihan yang dijadwalkan tanggal 9 Desember 2020.

Kata Agus, Debat kedua kali ini mengangkat tema tentang menyelesaikan masalah dan memajukan daerah.

“Tema ini diangkat karena melihat banyaknya Paslon di Kota Palu. Besar harapan paslon mampu menyampaikan visi misinya, dan mampu menaikan kepercayaan masyarakat Kota Palu,” ucapnya.

Kata Agus, Pilkada berkualitas, dan berintegritas bukan hanya Output, tetapi juga proses. Sehingga diminta kepada peserta untuk bersama-sama dengan penyelenggara menciptakan Pilkada berkualitas.

“Kami harapkan Paslon tidak mengiming-imingkan sesuatu yang instan atau bingkisan kepada masyarakat saat kampanye, agar Pilkada berjalan dengan berkualitas,” pesan Agus.

Pelaksanaan debat publik kedua ini mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dan diharapkan semua menjadi bagian dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas