Home Pendidikan

SMK Pertambangan Krisis Guru

21
Ibrahim A Hafid. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ibrahim A Hafid menyoroti pemerataan tenaga pendidik, khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pasalnya, sejumlah SMK di Kabupaten Morowali minim tenaga guru, sementara SMK harus melahirkan siswa-siswa terampil semua jurusannya.

Kondisi itu terlihat di SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Morowali. Sekolah yang fokus dibidang pertambangan itu krisis tenaga pendidik, kondisi ini berlangsung sudah cukup lama.

Karena itu Ibrahim Hafid mendesak pemerintah provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dinas pendididikan dan kebudayaan secepatnya menyelesaikan persoalan tetsebut. Keberadaan tenaga pendidik sangat mempengaruhi keterampilan siswa, khususnya sektor pertambangan.

Ibrahim Hafid menemukan persoalan itu saat melaksanakan kunjungan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Morowali, 4 November 2020.

“Morowali daerah kaya akan hasil tambang. Karena itu kita perlu menyiapkan sumber daya manusian yang unggul dibidang pertambangan. Sayangnya sekolah kejuruan pertambangan kita yang ada di Morowali masih jauh dari harapan itu, jangankan bicara mutu, fasilitas penunjang saja terbatas, khususnya tenaga guru,” ujar Ibrahim A Hafid kepada Metrosulawesi, Selasa 10 November 2020.

Dia mendorong dinas pendidikan segera mencarikan solusinya, agar siswa SMK pertambangan benar-benar mendapatkan ilmu pengelolaan pertambangan. Ibrahim tidak ingin kekayaan yang sangat melimpah di Morowali dikuasai tenaga kerja asing.

“Sebantar lagi pembahasan anggaran 2021. Kita berharap kebutuhan guru untuk SMK dapat dipenuhi oleh dinas pendidikan. Jangan sampai lulusan SMK kita tidak mempunyai skil di jurusannya,” tegas Ibrahim.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas