Home Donggala

Dua Pelabuhan akan Dibangun di Donggala

15
BAHAS PELABUHAN - Pemerintah Kabupaten Donggala melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait study kelayakan dan rencana induk dua pelabuhan, di ruang Kasiromu, Selasa 10 November 2020. (Foto: Istimewa)

Donggala, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Donggala melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait study kelayakan dan rencana induk dua pelabuhan yakni Pelabuhan Donggala/Wani.

FGD yang dilaksanakan di ruang Kasiromu, Selasa 10 November 2020, dihadiri kepala kantor KSOP kelas II teluk palu Abd Rahman, Wakil Bupati Moh. Yasin, Sekretaris Daerah Rustam Efendi. FGD membahas telah dilaksanakannya pembahasan inception report feasibility (FS), Rencana Induk Pelabuhan (RIP), Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) Pelabuhan Pantoloan, Donggala dan Wani Provinsi Sulawesi Tengah.

Bupati Kasman Lassa saat membuaka FGD berharap kegiatan ini dapat melahirkan pokok-pokok pikiran sebagai masukkan dalam rangka rencana pembangunan dua pelabuhan.

Dua pelabuhan itu, menurut Bupati terdapat nilai historis, budaya dan nilai pengembangan ekonomi kawasan, Sehingga terkait dengan hal tersebut dapat diwujudkan sebagai program daerah untuk mengoptimalkan, yang dapat dinilai dan dianggap mampu memberi kontribusi kepada daerah.

Bupati menambahkan bahwa pada bulan lalu, Pemda Donggala dan Pemkot Balikpapan telah melakukan kerjasama pada bidang pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata.

Kerja sama yang telah dilakukan diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan ekonomi pada masing-masing daerah.

Sementara itu, Konsultan JO dari Kementerian Perhubungan Direktorat Perhubungan Laut, Cipta Riyana dalam pemaparannya menjelaskan mengenai survei lapangan atau survei fisik terhadap tiga lokasi pelabuhan yaitu Pantoloan, Wani dan Donggala. Sekarang sudah 90 persen telah selesai dilaksanakan di tiga pelabuhan dan ada tiga alternatif lokasi untuk pemindahan.

“Selanjutnya akan menyusun studi kelayakan rencana induk hingga sampai pada supervisi, Untuk sekarang sudah masuk pada tahap studi kelayakan dan rencana induk pada akhir tahun 2020,” katanya.

Cipta Riyana meminta kerja sama dan bantuan dari semua pihak, baik dari sisi support data dan lain-lain yang berkaitan dengan kebutuhan data yang diperlukan, di dalam dua dokumen yaitu studi kelayakan dan rencana induk.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas