Home Palu

Banjir Rob Kerap Landa Warga Lere

15
BANJIR ROB - Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Lere, Kota Palu ini kerap banjir saat air laut pasang. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf. Bj)

Palu,  Metrosulawesi.id – Banjir  rob atau banjir air laut  saat pasang kerap melanda pemukiman warga Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat. Adanya celah sekitar tanggul yang dibangun di bibir pantai yang dulunya disebut kawasan Taman Ria ini salah satu penyebab air laut masuk ke pemukiman warga.

“Coba nanti Bapak datang saat air laut pasang, kira-kira dua minggu lagi, sore-sore kemari Pak, itu air laut masuk ke rumah-rumah sampai di Masjid Al Amin situ,  Jalan Pangeran Hidayat,” kata salah seorang warga Lere, Anhar  saat ditemui di salah satu warung kopi di daerah muara Sungai Palu, Selasa, 10 November 2020.

Anhar mengatakan pembangunan tanggul penahan ombak atau tsunami tersebut seakan tidak mampu menahan air  laut pasang masuk ke rumah penduduk.

“Kami, warga disini sebenarnya sangat berharap dengan adanya tanggul ini air laut tidak masuk  lagi ke rumah-rumah kami, tapi karena ada tanggul yang tidak terbangun,  atau celah sekitar 50 meter itu tempat jalan masuknya air laut saat pasang,”  jelasnya.

“Kalau banjir disini, itu air sampai di lutut orang dewasa, Bapak bisa lihat nanti kalau datang kesini  saat banjir, banyak  anak-anak Lere itu yang berenang main air,” katanya.

Anhar pun berharap Pemerintah  Kota (Pemkot) Palu segera melakukan rehabilitasi di Kelurahan Lere,  mengingat banjir air laut atau rob yang sering terjadi itu.

“Kami mohon ini diperhatikan oleh Pemerintah Kota Palu, kalau banjir terjadi disini, sangat menyusahkan kami, ditambah dengan keadaan ekonomi yang tidak menentu  sekarang ini. Kami minta upaya maksimal Pemerintah Kota Palu menangani masalah banjir ini,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas