Home Politik

26 Kampanye Langgar Prokes

Sutarmin D Hi Ahmad. (Foto: Istimewa)
  • Terbanyak Tanpa Sarana Cuci Tangan/Handsanitizer

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah, Sutarmin D Hi Ahmad mengungkapkan, terdapat 26 kegiatan kampanye pertemuan tatap muka dan terbatas yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 dengan 38 jenis pelanggaran.

Data hasil pengawasan protokol kesehatan Covid-19 itu dipaparkan Sutarmin pada rapat koordinasi membahas kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah 2020, di kantor KPU Sulteng, Senin, 9 November 2020.

Rapat dihadiri liaison officer (LO) dan tim kampanye dua pasangan calon serta perwakilan media cetak dan media dalam jaringan (daring). Selain itu, instansi terkait di antaranya Satpol PP Sulteng, Kesbangpol Sulteng, dan Dinas Kesehatan Sulteng.

Pada kesempatan itu, Sutarmin merincikan 38 jenis pelanggaran protokol kesehatan sampai dengan 31 Oktober 2020. Pelanggaran protokol kesehatan paling banyak adalah tidak ada sarana cuci tangan/handsanitizer di lokasi kampanye sebanyak 17 temuan. Sisanya 21 masing-masing bentuk pelanggarannya adalah peserta lebih dari 50 orang (4 temuan), peserta tidak memakai masker (1 temuan). Selain itu, tidak jaga jarak (5 temuan), dan tidak pengecekan suhu tubuh (11 temuan).

Dikemukakan, jajaran pengawas belum mengeluarkan surat rekomendasi pembubaran terkait pelanggaran protokol kesehatan, karena setiap pelanggaran selesai ditindak lanjut setelah ada teguran lisan ataupun tertulis dari pengawas.

Bawaslu Sulteng juga memberikan catatan evaluasi pengawasan protokol kesehatan Covid-19 kampanye khususnya di Parigi Moutong, Poso, Buol dan Donggala. Empat kabupaten tersebut tidak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dalam pelaksanaan kampanye baik pemilihan gubernur maupun bupati.

“Hal ini karena sebelum pelaksanaan kampanye dimulai kepolisian datang mengimbau kepada pelaksana kampanye dan memastikan untuk mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Sutarmin dalam materi pemaparannya.

Diketahui, kampanye pemilihan serentak 2020 dimulai sejak 26 September 2020 dan akan berlangsung sampai dengan 5 Desember 2020. Adapun metode kampanye yakni pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye, kampanye di media sosial dan atau media daring, debat publik atau debat terbuka antarpasangan calon, dan kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan perundang-undangan.

Selain itu, metode kampanye lainnya adalah iklan di media cetak dan elektronik yang dijadwalkan 22 November-5 Desember. Setelah masa kampanye, selanjutnya masa tenang tiga hari yakni 6-8 Desember 2020 dan pada Rabu 9 Desember 2020 dilaksanakan pemungutan suara.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas