PENANDATANGANAN - Kepala Kanwil Kememkumham Sulteng, Lilik Sujandi, saat penandatanganan kerjasama di Aula Kanwil Kemenkumham Sulteng, jalan Dewi Sartika Palu, pada Jumat, 6 November 2020. (Foto: Istimewa)
  • Untuk Tingkatkan Perindustrian dan Perekonomian

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah menggandeng Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu dalam pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) untuk meningkatkan perindustrian dan perekonomian di wilayah Sulawesi Tengah. Penandatanganan kerjasama dilakukan di Aula Kanwil Kemenkumham Sulteng, jalan Dewi Sartika Palu, pada Jumat, 6 November 2020.

Kepala Kanwil Kememkumham Sulteng, Lilik Sujandi, mengatakan kerjasama antara pihaknya dengan UNISA merupakan salah satu cara mempermudah membangun sistem kekayaan intelektual daerah guna menunjang terwujudnya tujuan pembangunan nasional.

Lilik berharap dengan penandatanganan kerjasama, sentral HAKI di Unisa selalu aktif menghasilkan karya-karya kekayaan intelektualnya, baik itu paten maupun hak cipta yang berasal dari dosen maupun mahasiswa dan hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Seperti kita tahu bersama, yang namanya kerja sama itu harus punya manfaat untuk kedua belah pihak. Baik Universitas untuk memanfaatkan data dan link-nya, kami juga bisa menerima hasil-hasil risetnya sehingga registrasinya makin banyak,” ujar Lilik.

Menurutnya, hasil dari kekayaan intelektual yang telah didaftarkan perlu dikomersialisasikan agar bermanfaat bagi masyarakat dan menghasilkan nilai ekonominya bagi pembangunan daerah.

“Pendaftaran paten harus memiliki nilai komersialisasi, maka itu fungsi sentral HAKI berperan untuk mengkomersialisasikan. Kemudian sesudah adanya komersialisasi maka penegakan hukum dapat berjalan,” ucap Lilik.

Dalam penandatanganan kerjasama, Kakanwil Lilik didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Anggoro Dasananto, Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Herlina dan Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, I Nyoman Sukamayasa.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas