FOTO BERSAMA - Ketua DPRD Donggala Takwin foto bersama warga saat reses di Desa Tanahmea Kecamatan Banawa Selatan, Jumat 6 November 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Ketua DPRD Donggala Reses di Desa Tanahmea

Donggala, Metrosulawesi.id – Ratusan warga Desa Tanahmea mencurahkan kekesalannya terkait penonaktifan layanan BPJS di hadapan ketua DPRD Takwin pada saat reses Jumat 6 November 2020.

“Biar cuma sakit hati, kita datang ke dokter saja ba periksa, karena kami dengar ada dana disiapkan pemerintah Rp1 miliar untuk penanganan kesehatan bagi warga miskin, dari pada rugi itu uang tak digunakan,” kata warga.

Mendengar sindiran tersebut, Ketua DPRD Donggala Takwin menjelaskan persoalan BPJS memang menjadi pembicaraan  hingga saat sekarang. Dia meminta jika ada warga yang sakit dan mendapat hambatan pengobatan atau perawatan jangan langsung dipublikasikan di media sosial. Sebab, kata Takwin persoalan ini bisa dikomunikasikan baik-baik. Akhirnya di medsos terbangun opini seolah-olah pemerintah tidak memperhatikan masyarakatnya.

“Memang benar BPJS warga dinonaktifkan, tetapi pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk membantu warga yang kartu BPJS-nya di-nonaktifkan. Jadi hari ini saya sampaikan ke pemerintah desa Tanahmea kalau ada warganya sakit tak usah takut bawa ke Puskesmas atau rumah sakit, kami sudah sediakan anggaran tak terduga di dalam APBD Perubahan tahun anggaran 2020. Artinya puskesmas atau rumah sakit tidak boleh menolak karena anggarannya ada untuk sampai akhir Desember 2020 sebesar 1 M, untuk  teknisnya ada Dinas Kesehatan yang mengurusnya, karena Dinskes telah ber-MoU dengan tiga rumah sakit di Kota Palu,” jelasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas