Home Nasional

Museum Nasional Serahkan Piala Bergilir ke Sulteng

42
FOTO BERSAMA - Kepala SMP Al Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit, saat menerima piala bergilir yang diberikan oleh Kepala Museum Nasional, Siswanto, di SMP Al Azhar Mandiri Palu, Jumat, 23 Oktober 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)
  • SMP Al Azhar Mandiri Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Museum Nasional, Siswanto, menyerahkan piala bergilir dan dana pembinaan sebanyak Rp 30 juta kepada tiga siswa SMP Al Azhar Mandiri Palu yang berhasil meraih Juara 1 ajang Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) tingkat nasional yang diselenggarakan beberapa waktu lalu secara daring (online).

“Saya turut bangga dan bahagia karena sesuai amanat Mas Mendikbud RI bagi yang meraih juara hadiahnya harus diberikan secara langsung,” kata Siswanto, di Palu, Jumat, 23 Oktober 2020.

Siswanto mengatakan, sebenarnya kegiatan ini akan digelar secara tatap muka, tetapi karena kondisi Covid-19 masih terus meningkat, diputuskanlah diadakan secara daring. Sebelum pandemi, jumlah peserta masih konsisten dari 34 provinsi, tetapi ketika masuk masa pandemi mulai kurang jumlah peserta, tersisa 6 provinsi.

“Olehnya itu saya laporkan ke Mas Menteri yang diwakili oleh Pak Dirjen untuk melaporkan jumlah peserta hanya 6 provinsi. Kami juga sempat mau mundur untuk menunda lomba tersebut, tetapi kami mendapat dorongan agar tetap berlanjut, sehingga kami berjuang agar LCCM ini tetap diselenggarakan,” ujarnya.

Siswanto mengatakan, Piala Bergilir ini akan di jemput kembali oleh Meseum Nasional, olehnya diharapkan SMP Al Azhar Palu dapat mempertahankan piala ini agar tetap di Sulteng. Jika tiga kali berturut-turut piala dipegang oleh provinsi Sulteng, maka piala ini tidak akan di jemput lagi.

“Hal ini sesuai arahan Mas Mendikbud, jika tiga kali piala ini bertahan di Sulteng maka Mas Menteri akan membuatnya lagi,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala SMP Al Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit, mengaku, mendapat kehormatan yang luar biasa atas kedatangan Kepala Museum Nasional. Sebab bukan hanya diberikan hadiah tetapi didatangi langsung, tentunya seuatu kebanggan tersendiri bagi SMP Al Azhar.

“Budaya SMP Al Azhar itu dalam setiap mengukuti lomba menerapkan karakter disiplin, kerja keras, dan bersaing serta siap menerima menang dan kekalahan. Jadi karakter kami itu secara luas karena setiap event para siswa kami mempunyai karakter tersendiri yang mereka tanamkan,” ujarnya.

Misalnya kata Basit, budaya disiplin di SMP Al Azhar siswa harus tepat waktu untuk latihan, dan harus tahan banting. Artinya tidak boleh ada yang suka manja dan mengeluh, harus siap kerja keras, inilah budaya yang ditanamkan di sekolah ini.

“Alhamdulillah anak kami bisa mengalahkan daerah lain bahkan provinsi yang besar. Dan hal ini suatu kebanggaan kami, serta ini suatu program yang luar biasa yang diberikan oleh Museum Nasional,” ungkapnya.

Basit mengapresiasi usaha keras Museum Nasional dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak soal permuseuman dan masalah sejarah nasional.

“Dan hal ini memang perlu diketahui generasi penerus bangsa,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas