dr Jumriani Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus, mengungkapkan insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien terpapar virus corona (covid-19) sudah dicairkan sampai Agustus 2020.

“Tapi baru yang di RS Madani sampai Agustus, kalau di rumah sakit Undata belum,” ungkapnya kepada Metrosulawesi, Kamis, 5 November 2020.

Jumriani menyebut nakes di RSUD Undata belum menerima insentif sampai Agustus karena dana dari pemerintah pusat belum masuk. Itu karena sumber anggaran insentif nakes penanganan covid berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

“Belum ada uang RS Undata, dananya belum masuk, masih menunggu dari pusat,” ucap Jumriani.

Dia menambahkan nakes yang telah menerima insentif pencairan dilakukan transfer bank ke rekening masing-masing penerima. Untuk dokter spesialis maksimal menerima insentif sebesar Rp15 juta. Untuk dokter umum maksimal Rp10 juta, sementara perawat dan tenaga medis lainnya akan menerima Rp7,5 juta. Namun demikian, nominal insentif disesuaikan dengan jumlah pasien yang diperiksa atau ditangani.

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar lebih untuk Pemprov Sulteng. Untuk dokter dan tenaga medis di rumah sakit kewenangan kabupaten/kota menjadi tanggung jawab pemerintah setempat.

Wakil Direktur RSUD Undata Bidang Pelayanan, dr Amsyar Praja, menyampaikan nakes di rumah sakit tersebut baru menerima insentif sampai periode Juni 2020. Namun, Amsyar menyebut cepat atau lambatnya pencairan insentif tergantung para nakes.

“Tergantung dari mereka (nakes), kalau cepat kasih masuk laporan, cepat juga diproses. Jadi bola ada sama mereka, kita tinggal meneruskan saja untuk proses selanjutnya (pencairan),” ujarnya.

“Tapi sudah semua ini, sudah mau proses tahap selanjutnya, mungkin dalam beberapa hari ini cair,” tambahnya.

Amsyar membeberkan nakes RSUD Undata yang akan menerima insentif sekitar 60 orang terdiri dari dokter spesialis, perawat, petugas laboratorium, dan tenaga kesehatan lainnya.  Besaran insentif yang diterima berbeda-beda sesuai laporan yang disampaikan dalam penanganan pasien covid-19 di rumah sakit milik Pemprov Sulteng itu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas