Sandra Tobondo. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulteng, Christina Sandra Tobondo, mengungkapkan Sulawesi Tengah masih memiliki stok investasi untuk merealisasikan target yang ditetapkan pemerintah pusat dalam tahun ini.

Sandra menyebut stok investasi yang dimiliki Sulteng yaitu PT. Huayue Nickel Cobalt yang bergerak di sektor usaha industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan kapasitas 60.000 ton/tahun yang rencananya selesai kontruksi 2021.

“PT. Huayue Nickel Cobalt pada Tahun 2021 masuk pada tahap comisioning dan 2022 masuk dalam tahap komersil,” ungkapnya, Rabu, 4 November 2020.

Selain itu, ada PT. QMB Energy Materials yang bergerak di sektor usaha industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan kapasitas produksi 50.000 ton/tahun.

“Perusahaan tersebut penghasil bahan baku baterai yang rencananya pada 2022 selesai konstruksi. Nnati di pertengahan tahun 2023 masuk tahap comisioning dan 2024 masuk tahap komersil,” ujar Sandra.

Dia mengatakan kedua perusahaan tersebut berlokasi di PT. IMIP Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Stok investasi berikutnya di Kabupaten Morowali Utara yaitu PT. Stardust Estate Investment yang bergerak di bidang industri pertambangan. Saat perusahaan tersebut sedang melakukan kegiatan prosesing pembagunan mega smelter tahap awal berkapasitas 24 tungku dengan total target 60 tungku. Adapun selebihnya akan diprogres pada tahap lanjutan di areal yang sama.

Sandra melanjutkan di kawasan industri tersebut, Smelter yang dikerjakan oleh pihak PT. SEI yakni PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI), ditarget awal 2023 selesai dalam tahap konstruksi. Tahun yang sama juga masuk dalam tahap comisioning dan 2024 dalam tahap komersil.

Di area PT. SEI terdapat juga tenant selain PT. GNI yaitu PT. Nadesiko Nickel Industri yang masih dalam tahap konstruksi. Selain kedua kawasan industri tersebut di atas, terdapat juga kawasan industri lainnya yaitu PT. Transon Bumindo Resources terletak di Kabupaten Morowali yang saat ini telah memiliki 4 tenant didalamnya.

“Ada juga PT. Anugerah Tambang Industri juga terletak di Kabupaten Morowali dan PT. 69 Kawasan Industri terletak di Kabupaten Morowali Utara. Selain kawasan industri yang terletak di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, di Kota Palu yaitu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu terdapat juga perusahaan yang bergerak di Sektor usaha industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya,” ucap Sandra.

Seperti diberitakan, Provinsi Sulteng berhasil mencatatkan realisasi investasi sampai TW III (Januari-September 2020) tembus Rp21,95 triliun dari total target tahun ini sebesar Rp24,20 triliun. Menurut Sandra Tobondo, mengungkapkan realisasi investasi meningkat sebesar 18,84% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, yang hanya mencapai Rp18,47 triliun.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas