Home Sulteng

Nataru, Pemotongan Sapi Diperkirakan Berkurang

Dandy Alfita. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) memperkirakan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020-2021, pemotongan sapi akan berkurang dibanding tahun sebelumnya.

Hal tersebut kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunak Provinsi Sulteng, Dandi Alfita, sebagai dampak pandemi virus corona (covid-19) yang sampai saat ini masih mewabah.

“Dampak corona ekonomi masyarakat menurun, makanya kita perkirakan pemotongan sapi akan berkurang,” ujar Dandi, Rabu, 4 November 2020.

Dia menyebut pihaknya sudah menerima laporan menurunnya daya beli masyarakat untuk kebutuhan daging. Sejumlah RPH (rumah pemotongan hewan) di Kota Palu juga melaporkan hal serupa.

Namun demikian, Disbunak dikatakan tetap mempersiapkan pengawasan pemotongan hewan yang menjadi salah satu bahan pangan pokok masyarakat jelang perayaan Nataru di Sulawesi Tengah, khsusunya Kota Palu.

Disbunak bersama instansi terkait akan kembali membentuk tim untuk melakukan pemantauan dan inspeksi di RPH serta tempat-tempat penjualan daging. Tujuannya untuk memastikan daging yang akan dikonsumsi masyarakat dalam keadaan sehat.

“Pastinya akan dibentuk tim, sudah menjadi agenda rutin, tapi paling hanya sidak-sidak saja,” ucapnya.

Dandi melanjutkan, sama dengan pengawasan sebelumnya, tim akan memeriksa beberapa kondisi daging hewan yang tersedia, terutama dari sisi kesehatan yang menentukan kelaikan daging untuk dikonsumsi.

Selain itu, turut diawasi sumber daging potong yang ada di pasaran. Tujuannya jangan sampai ada daging yang bersumber dari hal-hal terlarang, misalnya hasil curian oleh oknum tak bertanggung jawab.

Untuk melakukan pengawasan tersebut, pihak Disbunak Sulteng juga melakukan koordinasi dan kerja sama dengan tim cadangan pangan yang terdiri dari perwakilan Dinas-dinas terkait di daerah ini.

“Kita ingin memastikan ketersediaan bahan pokok penting terkait cadangan pangan,” pungkas Dandi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas