Lutfi Yunus. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Kemenag: Jamaah Indonesia Mulai Berumrah Setelah Karantina

Palu, Metrosulawesi.id – Di tengah pandemi Covid-19, minat warga Sulteng untuk melaksanakan umrah justru meningkat. Namun, dengan adanya aturan pembatasan usia, bisa membatasi warga untuk berangkat umrah.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng, H. Lutfi Yunus, mengatakan, sesuai dengan surat edaran pemerintah Arab Saudi, pelaksanaan ibadah umrah telah dibuka pada 2 November, olehnya itu jemaah Indonesia sudah boleh berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Tentunya jemaah umrah yang berangkat jemaah yang tertunda keberangkatanya sejak Maret 2020, seperti Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Babusalam, akan memberangkatkan jemaahnya mulai pada Januari 2021,” kata Lutfi, saat dihubungi Metrosulawesi, belum lama ini.

Lutfi mengatakan, minat masyarakat Sulteng berangkat umrah tahun ini cukup meningkat. Namun Kemenag RI juga sudah mengeluarkan KMA terkait batasan usia jemaah umrah yang boleh berangkat adalah usia 18-50 tahun.

“Usia 60 tahun belum dibolehkan, bahkan pelaksanaan umrah ini gunakan protokol kesehatan begitu ketat, salah satunya wajib rapid test dan swab test sebelum berangkat, harus melakukan isolasi mandiri setelah kedatanganya di tanah air,” katanya.

Kata Lutfi, tidak ada pembatasan jemaah umrah berangkat ke tanah suci, sebab Arab Saudi setiap saat menerima 1.000 jemaah yang masuk dalam area tawaf, tetapi ada pembatasan saat jemaah di Masjidil Haram dengan menggunakan sistem antri masuk ke dalam, karena harus mematuhi protokol kesehatan.

“Yang jelas Arab Saudi sudah membuka umrah untuk negara-negara lain termasuk Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dirjen PHU Kemenag RI, Ramadhan Harisman, mengatakan, kebijakan pembatasan usia itu, atas ketentuan aturan yang punya wilayah yakni Pemerintah Arab Saudi.

“Olehnya itu kita berdoa semoga vaksin Covid-19 bisa terealisasi dengan cepat, sehingga usai 60 tahun dan usia diatasnya serta seterusnya bisa berangkat umrah,” katanya.

Menurutnya, dibukanya kembali pelaksanaan umrah ini hanya sebatas uji coba, dalam rangka menghadapi pelaksaan ibadah haji tahun 2021.

Sementara itu, Kementerian Agama RI menyatakan Jamaah Indonesia mulai melaksanakan ibadah umrah sejak Arab Saudi membuka diri menerima kunjungan wisatawan religi pada 1 November 2020 semasa pandemi Covid-19.

“Jamaah asal Indonesia yang tiba 1 November, hari ini akan melaksanakan ibadah umrah. Pelaksanaan umrah akan dimulai pukul 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS),” kata Plt Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Kemenag Oman Fathurahman di Jakarta, Rabu 4 November 2020.

Oman mengatakan jamaah Indonesia tiba di Saudi sejak hari pertama dibukanya umrah dan sebelumnya telah menjalani proses karantina di Mekkah. Karantina dilakukan selama tiga hari sebagaimana diatur oleh otoritas setempat, yaitu terkait protokol kesehatan.

Pada Rabu, kata dia, terdapat 224 orang jamaah umrah asal Indonesia dan 38 orang dari Pakistan.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan jamaah Indonesia pada Rabu (4/11) sore akan memulai titik awal ibadah umrah dari kawasan Tan’im. Mereka akan dibawa dengan 13 bus dengan kapasitas per kendaraan maksimal 19 orang.

Meski berangkat dari sejumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Indonesia, kata dia, tetapi jamaah yang akan berumrah dikelola satu pintu oleh Muassasah Retaj & Ewagate.

“Dari Tan’im, jamaah akan diantar dengan bus menuju Masjidil Haram untuk beribadah umrah,” katanya.

Endang mengatakan setelah jamaah mendarat di Saudi kemudian dilakukan pengecekan dokumen, termasuk keterangan negatif hasil tes usap Covid-19.

Setelah itu, kata dia, mereka ditempatkan di hotel dengan satu kamar maksimal dua orang. Sebelum memasuki hotel, koper jemaah disterilisasi terlebih dahulu. (del/ant)

Ayo tulis komentar cerdas