Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, mendorong Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk sekolah melalui Gerakan Kembali Bersekolah, dengan komitmen memberikan pelayanan pendidikan formal atau non formal bagi anak yang putus sekolah dan anak yang sama sekali tidak menyelesaikan pendidikan sekolah.

“Anak tidak sekolah ini terdiri dari tiga kategori yakni pertama, anak yang sama sekali tidak pernah merasakan bangku sekolah sampai dengan usia 18 tahun, kedua, anak yang sudah pernah bersekolah tapi tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan ketiga anak yang putus sekolah diberbagai jenjang baik SD, SMP dan SMA,” jelas Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Ansyar mengatakan, anak tidak sekolah atau disingkat ATS ini didominasi oleh kategori anak yang tidak merasakan pendidikan, atau tidak menyelesaikan pendidikan sampai dengan usia 18 tahun. Permasalahan ATS tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor keluarga, lingkungan, ekonomi, dan faktor kesehatan.

“Ada empat faktor, pertama bahwa masih ada keluarga kita yang miskin struktural, yang masih menganggap bahwa pendidikan itu bukan hal penting dan bukan merupakan suatu kebutuhan, sehingga anak-anak mereka ada yang tidak mengeyam bangku sekolah,” ujarnya.  

Kedua, kata Ansyar, karena ada pernikahan anak yang masih usia dini, menyebabkan anak tersebut tidak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Malu untuk bersekolah dan sudah memiliki tanggung jawab lain yakni mengurus keluarga.

“Ketiga, anak tersebut harus bekerja, sehingga waktunya untuk bersekolah tersita dengan membantu perekonomian keluarga, sehingga mereka berhenti bersekolah. Dan keempat faktor kesehatan, ada yang cacat bawaan, sehingga anak-anak itu memiliki kebutuhan khusus, sehingga tidak bersekolah, kemudian ada anak-anak yang cacat karena kecelakaan atau ditimpa bencana,” katanya.

Untuk itu, Ansyar mengimbau, kepada seluruh sekolah agar wajib menerima ATS untuk dapat mengenyam pendidikan, agar mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan, sebagai hak mereka di masa depan untuk meraih cita-cita.

“Sekolah wajib menerima, dan saya juga sudah sampaikan kepada seluruh kepala sekolah bahwa kita wajib menerima anak-anak tersebut berdasarkan jenjangnya. Dengan harapan agar mereka kembali bersekolah dan bisa mendapatkan ijazah yang dapat digunakan untuk mendapatkan pekerjaan,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas