Home Sulteng

Data Tak Sesuai, CPNS Bisa Digugurkan

35
Supardi. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pengumuman kelulusan peserta CPNS Formasi tahun 2019 telah disampaikan masing-masing instansi pada 30 Oktober 2020. Kepala UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Donggala di Palu, Supardi, mengungkapkan setelah pengumuman kelulusan akan dilakukan pemberkasan. Pemberkasan akan berlangsung hanya sebulan pada November 2020.

Dikatakan, dalam tahap pemberkasan, apabila ada data yang tidak sesuai dengan yang sudah dimasukkan saat pendaftaran, CPNS yang lolos seleksi bisa digugurkan oleh BKN setelah dilakukan verifikasi.

“Atau misalnya yang sudah dinyatakan lolos tapi ijazah pendidikan tidak sesuai dengan formasi bisa saja dibatalkan (digugurkan),” ungkap Supardi, Minggu, 1 November 2020.

Pemberkasan secara digital bisa melalui akun masing-masing peserta di https://sscn.bk.go.id.

Peserta wajib mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan mengunggahnya bersama dokumen lain yang diminta dalam proses pemberkasan mulai 6 November. Arahan tersebut sesuai dengan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PNS.

Lampiran berkas yang diunggah ini akan digunakan sebagai dasar pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP). Rencananya, NIP Terhitung Mulai Tanggal (TMT) CPNS 2019 akan ditetapkan per 1 Desember 2020.

Mengacu Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2018, dokumen yang harus diunggah oleh peserta CPNS yang lolos yakni pas foto terbaru, ijazah asli untuk lulusan dalam negeri/ijazah penyetaraan Dikti untuk lulusan luar negeri, transkrip asli, dan surat pernyataan 5 poin.

Berikutnya, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku saat pemberkasan, Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter yang berstatus PNS atau dokter yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan, dan surat keterangan tidak mengonsumsi/menggunakan narkoba, psikotropika, serta zat-zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah.

Dokumen terakhir, bukti pengalaman kerja yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang (apabila memiliki masa kerja), dan daftar riwayat hidup yang sudah ditandatangani.

Sementara itu, bagi peserta CPNS 2019 yang dinyatakan tidak lolos seleksi dapat mengajukan sanggahan dengan mengunggah bukti sanggahan ke portal SSCN. Proses sanggahan tersebut akan dimulai 1-3 November 2020. Sanggahan hanya bisa dilakukan satu kali, dengan masa sanggah selama tiga hari setelah pengumuman hasil akhir seleksi CPNS. Terhadap sanggahan tersebut, instansi diberikan kesempatan menjawab sanggahan peserta dalam kurun waktu empat hari sejak pengumuman diterbitkan.

Supardi mengatakan bagi peserta yang mengundurkan diri dapat menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri di portal SSCN. Peserta yang mengundurkan diri hanya dapat digantikan peserta lain apabila pengunduran diri terjadi sebelum dikeluarkannya Nomor Induk Pegawai (NIP) yang ditetapkan BKN.

“Jadi nanti surat pernyataan pengunduran diri itu yang akan menjadi dasar untuk diganti peserta seleksi dari peringkat tertinggi sesuai hasil integrasi nilai SKD dan SKB,” ucap Supardi.

Dia mengharapkan peserta dapat memanfaatkan waktu untuk melakukan pemberkasan sesuai yang dipersyaratkan. Untuk informasi lainnya bisa berkoordinasi dengan instansi masing-masing yang dilamar.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas