Home Olahraga

SSB Rauf Junior Lahirkan Pemain Muda Berbakat

35
Tim Rauf Junior. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id Bicara tentang pembangunan sepak bola berarti juga harus bicara sekolah sepak bola. Sadar atau tidak, banyak pesepak bola profesional memulai kariernya dari sekolah sepak bola atau akademi sepak bola.

Maka SSB (sekolah sepak bola) adalah kelas dasar anak mengenal dan bermain bola, bahkan kompetisi. Yang dimaksud di sini adalah bukan hanya bermain sepak bola, tetapi mengenal teknik olahraga ini dengan benar dan mengasahnya menjadi terampil.

Lantas bagaimana SSB di Kota Palu? Sebut saja SSB Rauf Junior. Dalam sejarahnya, SSB Rauf Junior didirikan tahun 2003 keluarga besar mantan pemain Persipal Rauf Haci. Alasan mereka mendirikan SSB ini adalah ingin memajukan sepak bola di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Agus Haci selaku pelatih  saat ditemui di kediamanya   Minggu (25/10/2020) menjelaskan, SSB Rauf Junior, telah banyak mengorbitkan pemain asal daerah  hingga bisa bermain di liga-liga profesional.

“Sandi Sute, Rezam Baskoro, Dan Sandrian merupakan  pemain sepak bola yang pernah menimbah ilmu di SSB Rauf junior yang saat ini bermain di klub-klub besar seperti Persija Jakarta,  Persija Banda Aceh Dan Sriwijaya Fc diliga Indonesia” jelas Agus.

Sejak didirikan sebagai sekolah sepak bola, SSB Rauf Junior  telah meraih banyak prestasi di Kota Palu. Raihan prestasi terbaru SSB Rauf Junior  adalah menjuarai kejuaraan Suratin di Parigi Moutong. Lantaran meraih berbagai prestasi itulah, sehingga anak didik Rauf Junior ini banyak dilirik para pencari bakat.

Pada tahun 2019 kemarin. kami berhasil menjadi juara di Kejuaraan  Suratin yang dilaksanakan di Parigi, Sulawesi Tengah  dan berhak mewakili Kota Palu berangkat ke Jogja namun terkendala dengan biaya sehingga keberangkatanya dibatalkan.

Diungkapkan Agus Haci, salah satu tujuan didirikannya sekolah sepak bola ini,  untuk menjembatani murid SSB Rauf Junior  berkarier sebagai pesepak bola.

Maka SSB  adalah kelas dasar anak mengenal dan bermain bola, bahkan kompetisi. Yang dimaksud di sini adalah bukan hanya bermain sepak bola, tetapi mengenal teknik olahraga ini dengan benar dan mengasahnya menjadi terampil.

Adapun rentang usia  kelahiran yang dilatih di SSB Rauf Junior  untuk saat ini dimulai dari usia 15 sampai 17 tahun.

“Disiplin terhadap waktu  adalah salah satu hal yang sangat terpenting. Ini  yang ditekankan kepada  anak didikan saya “ujar Agus

Soal disiplin waktu, dibenarkan salah satu anak didik yang sedang menimba ilmu di SSB  Rauf Junior

Aif Tuslin (18) yang mulai menimba ilmu sepak bola sejak duduk di bangku kelas enam sekolah dasar ini. telah banyak memenangkan kejuaraan tingkat daerah bersama SSB Rauf Junior.

Aif  yang ingin  mengikuti jejak kakaknya yang sekarang bermain untuk klub Sriwijaya FC menjadi pendorong dirinya masuk ke SSB Rauf Junior untuk menimba ilmu sepakbola.

“Selama menimba ilmu sepak bola disini saya banyak mendapatkan arahan dari  pelatih   sehingga membuat permainan saya berkembang,’’ pungkasnya. (*)

Reporter: Moh. Alwi, Moh. Afal

Ayo tulis komentar cerdas