Home Parigi Moutong

Sudah Siap Hadapi Debat Kandidat

22
DISAMBUT MERIAH - Musik sakral belaganjur menyambut Calon Gubernur Rusdy Mastura di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Motong, Selasa 27 Oktober 2020. (Foto: Istimewa)
  • Cudy Disambut Tarian Sakral di Astina

Parimo, Metrosulawesi.id – Calon Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura memastikan diri telah siap menghadapi debat kandidat pertama yang bakal digelar pada 31 Oktober 2020. Cudy bahkan sangat antusias untuk mengikuti salah satu tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) itu.

Namun, Cudy mewanti-wanti agar moderator pada debat nantinya tidak membatasi apalagi sampai mengintervensi peserta ketika kandidat membahas terkait pembahasan penanganan pasca bencana di Sulawesi Tengah.

“Kita sudah sering ikut debat kandidat seperti ini, jadi kita sudah siap untuk hadapi debat,” ungkap Cudy seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Metrosulawesi, Selasa 27 Oktober 2020.

“Tapi, saya mau ingatkan supaya pada debat ini ada pembahasan soal penanganan bencana, terutama soal bencana 28 September 2018,” jelasnya.

Sebelum debat kandidat dilaksanakan, kata dia, kisi-kisi terkait tema debat sudah diserahkan terlebih dahulu. Menurutnya, tema debat yang bakal dibahas justru banyak mengangkat tema yang tidak begitu penting jika dibandingkan dengan permasalahan penanganan bencana yang sampai saat ini belum terselesaikan.

“Misalnya masalah Covid-19, itu kan sudah ada standar penanganannya secara internasional. Kok justru masalah penanganan bencana 28 September tidak dibahas. Tema bencana memang ada, tapi itu hanya secara umum, seharusnya lebih spesifik ke penangan pasca bencana,” ujar Cudy.

Dia dengan tegas bahkan mengatakan akan menolak mengikuti debat jika tema terkait penanganan bencana 28 September 2018 ditiadakan.

“Jika saya harus didiskualifikasi terkait itu, saya terima. Daripada tema penanganan bencana yang menyangkut nasib masyarakat korban bencana diabaikan,” katanya.

Di hampir setiap melakukan kampanye dialogis dengan masyarakat Rusdy Mastura memang kerap menyinggung terkait penanganan bencana gempa bumi, likuefaksi dan tsunami dua tahun lalu, yang penanganan reahbilitasi dan rekonstruksinya belum tuntas hingga saat ini.

Cudi bahkan berkomitmen, jika terpilih sebagi Gubernur periode 2020-2024, tugas paling utama yang mesti dia selesaikan adalah terkait nasib penyintas bencana 28 September 2020.

“Kita harus merencanakan pembangunan Sulawesi Tengah ke depan dalam perspektif, manajemen risk disaster Sulawesi Tengah atau mitigasi bencana,” jelasnya.

Menurut Rusdy Mastura, debat kandidat yang akan mengangkat tema kesejahteraan hanya menjadi ajang gimik dan retorika, jika hal yang paling krusial di daerah ini justru tidak dijadikan sebagai tema utama.

Rusdy Mastura menilai, debat kandidat itu harus menjadi ajang untuk memulihkan kepercayaan masyarakat atas masa depan mereka pasca bencana. Pilkada ini harus bisa menjawab apa yang menjadi harapan masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kita ini berdiri di atas negeri sesar. Peristiwa tanggal 28 September 2018 harusnya menjadi pelajaran. Sampai hari ini, dampak dari bencana itu belum selesai.”

Apalagi, Pilkada kali ini dilaksanakan jelang berakhirnya Instruksi Presiden (Inpres) nomor 10 tahun 2018 terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

Sementara itu, Cudy hingga Selasa 27 Oktober 2020 kemarin masih terus melakukan safari politiknya ke sejumlah desa di pelosok Kabupaten Parigi Moutong. Antusias warga pun tak terbendung ketika mendapati Calon Gubernur mereka itu berjalan menuju tenda-tenda kampanye dialogis.

Bahkan, ketika mendatangi warga di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Cudy disambut warga dengan prosesi adat sakral belaganjur oleh warga mayoritas Hindu di sana.

“Kami percaya pak Rusdy Mastura adalah calon pemimpin yang akan terpilih, oleh karena itu kami menyambutnya dengan adat belaganjur. Ini adalah adat yang sangat sakral untuk menyambut dan mengantar seseorang, termasuk orang yang menuju jabatannya,” ungkap Gusdi Putu Winda, warga Desa Torue.

Seakan tak kenal lelah, dalam sehari Rusdy Mastura melakukan pertemuan dengan warga di lima hingga enam titik pertemuan setiap hari.

“Saya hanya ingin memastikan apa keluhan dan kebutuhan warga di masing-masing daerah,” tandas Cudy.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas