Home Sulteng

Salurkan Sembako hingga Menggandeng BBPLK Medan

22
SERAHKAN BANTUAN - Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola MSi paket sembako kepada perwakilan dari Organda, Rabu 1 Juli 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Upaya Disnakertrans Membantu Pekerja Dampak Pandemi Covid-19

Pekerja atau buruh salah satu yang paling terdampak pandemi virus corona (covid-19) di Sulawesi Tengah. Tercacat ratusan pekerja harus menerima kenyataan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Apa saja yang telah dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng dalam membantu pekerja terdampak covid? Berikut laporannya.

Laporan: Michael Simanjuntak

SUDAH tujuh bulan Provinsi Sulawesi Tengah ikut terpapar pandemi virus corona. Disnakertrans Provinsi Sulteng salah satu instansi yang paling berperan membantu pekerja yang harus dirumahkan hingga di-PHK perusahaan.

Kepala Disnakertrans Provinsi Sulteng, Drs Arnold Firdaus MTP, berujar pihaknya sudah menyalurkan ratusan paket sembako ke pekerja terdampak covid yang anggarannya bersumber dari APBD Sulteng. Bantuan itu inisiatif Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, yang dikhususkan untuk pekerja terdampak pandemi covid-19.

Pekerja yang menerima bantuan sekitar 500 orang berprofesi sebagai sopir angkot, bus, dan sopir rental. Selain itu, pekerja jasa pengiriman TKI dan buruh yang bekerja di Pantoloan Palu ikut mendapat bantuan tersebut.

“Bantuan paket sembako kami salurkan dalam lima hari pada bulan Juli 2020,” ujar Arnold, Senin, 26 Oktober 2020.

Paket sembako yang disalurkan terdiri dari beras, minyak goreng, gula, teh, kecap dan telur yang ditaksir senilai Rp400 ribu. Penyaluran bantuan sembako ditangani langsung oleh Disnakertrans Provinsi Sulteng.

Para pekerja juga difasilitasi melalui koordinasi instansi terkait untuk mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Adalah bantuan Kartu Pra Kerja dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang ditujukan untuk meringankan beban pekerja yang terdampak ekonominya akibat wabah virus asal Wuhan, Tiongkok itu.

Sampai September 2020, total pekerja yang telah didaftarkan untuk mendapat BSU sebanyak 91.516 orang. Pekerja 91.516 orang tersebut di Kota Palu 24.981 orang, Banggai 10.144 orang, Morowali 28.091 orang, Parigi Moutong 7.181 orang, Donggala 2.966 orang, Poso 5.087 orang, Buol 9.396 orang, dan Tojo Unauna 3.670 orang.

Proses pencairan bantuan melalui Kartu Pra Kerja dan BSU masih berjalan sampai saat ini. Bantuan tersebut berupa uang tunai yang ditransfer langsung kepada masing-masing rekening penerima.

Arnold mengungkapkan ia juga menggagas kerjasama pelatihan dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan. BBPLK Medan digandeng untuk pelatihan tenaga kerja bidang perhotelan di bawah naungan PHRI (Persatuan Hotel Restoran Indonesia) di daerahnya.

“Alhamdulillah, kita bisa melatih pekerja housekeeping dan resepsionis. Saat ini yang sedang berlangsung pelatihan resepsionis untuk beberapa hotel yang ada di Kota Palu, Parigi Moutong, dan Poso. Tapi pelatihan berlansung secara virtual (online),” ungkapnya.

Selama mengikuti pelatihan sekitar dua bulan, peserta mendapat uang saku Rp500 ribu perbulan. Arnold menyebut pihaknya juga menjadwalkan program job fair (bursa kerja) secara virtual yang akan berlangsung awal 2021 mendatang.

“Tahun ini harusnya ada job fair tapi mungkin tidak akan efektif karena masih pandemi. Apalagi sekarang terjadi peningkatan kasus covid di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu,” ucap Arnold.

“Tapi kita akan efektifkan melalui online tahun depan karena kita tidak tahu kapan covid berakhir. Kita akan buat strategi melalui online supaya mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja,” tambahnya.

Arnold menambahkan Disnakertrans Provinsi Sulteng juga kembali memprogramkan magang kerja ke luar negeri Jepang untuk 2021, dengan harapan covid-19 sudah selesai di awal tahun. Program magang kerja ke luar negeri disebut turut berkontribusi mengurangi angka pengangguran di Sulteng. (**)

Ayo tulis komentar cerdas