Home Hukum & Kriminal

Petani Plasma Gugat PT Sono Keling Buana

24
Kuasa Hukum Petani Plasma Fadli Anan SH MH (kiri). (Foto: Metrosulawesi/ Acco Amir)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Ratusan petani plasma melalui kuasa hukumnya Fadli Anan SH, belum lama ini mendatangi Pengadilan Negeri (PN) guna mendaftarkan gugatan class action terhadap PT.Sono Keling Buana.

Diketahui, PT. Sono Keling Buana adalah perusahaan kelapa sawit yang telah masuk di Tolitoli sejak tahun 2013 silam.

Perwakilan petani plasma Moh Yahya Bantilan mengatakan perusahaan telah mengabaikan hak ribuan warga yang memiliki lahan plasma di Desa Oyom Kecamatan Lampasio.

Menurutnya, lahan plasma milik warga seluas 6.000 hektare dari tahun 2018 sama sekali belum menerima hasil plasma yang dijanjikan oleh Sono Keling, dimana ditahun tersebut pihak perusahaan diketahui telah memanen hasil tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

“Selaku ketua pemuda persatuan peduli adat dan sekaligus mewakili warga petani plasma menuntut hak-hak kami kepada PT.Sono Keling Buana. Olehnya itu kami bersama tim kuasa hukum secara resmi menggugat pihak perusahaan ke Pengadilan Negeri,” ungkap Moh.Yahya Bantilan.

Dia menjelaskan PT.Sono keling diawal tahun 2013 telah diberi kepercayaan oleh masyarakat di Desa Oyom untuk menggarap lahan warga yang sudah memiliki SKPT guna melengkapi kuota persyaratan untuk mendapatkan sertifikat Hak guna usha (HGU) seluas 16.000 hektare.

Sementara itu Fadli Anan, SH., MH, selaku kuasa hukum mengatakan, dirinya telah ditunjuk oleh petani plasma untuk mengawal kasus perdata tersebut sejak tahun 2018 melakukan investigasi dan menemukan fakta bahwa pihak perusahaan PT. Sono Keling Buana pernah mendarat di Desa Oyom dengan helikopter untuk bertemu warga.

Dari pertemuan yang difasilitasi oleh aparat desa dan kecamatan lanjut Fadli, Sono Keling berjanji akan memberikan bagi hasil 60 persen perusahaan dan 40 persen untuk petani plasma.

“Awal pertemuan berjalan baik, masyarakat saat itu percaya janji perusahaan tapi kenyataan janji itu hingga kini tidak direalisasikan oleh perusahaan tersebut,” ujar Fadli.

Tidak hanya itu, PT. Sono keling buana diduga melakukan trik manipulasi atas HGU 16.000 hektare berdiri diwilayah Kabupaten Buol sementara pihak perusahaan melakukan aktivitas sawit di desa Oyom di Kabupaten Tolitoli.

“Secara yuridis sertivikat HGU 16.000 hektare itu diwilayah Buol, tetapi secara defacto mereka mengelola sawit dilahan warga di desa Oyom, ini namanya pembodohan namanya,” kata Kuasa Hukum Petani Plasma.

Dia membeberkan sejumlah fakta lainnya pun terungkap, dalam percarian bukti kuasa bersama timĀ  hukum lainnya menemukan kejanggalan dimana Wakil Bupati Kabupaten Buol Abdullah Batalipu kepada Fadli Anan mengatakan bahwa PT.Sono Keling Buana sejak 2014 silam sudah tidak diberi akses oleh Pemerintah setempat.

Olehnya itu, tim kuasa hukum petani plasma telah mengajukan gugatan ke PN Tolitoli dengan nomor register 25. Sembari menunggu proses selanjutnya, pihaknya juga telah melakukan penelusuran ke Kemendagri terkait batas wilayah antara Kabupaten Buol dan Tolitoli.

Reporter: Acco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas