Home Parigi Moutong

Petani Harus Berpolitik

20
FOTO BERSAMA - Calon Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura (tengah) berfoto bersama warga Desa Beraban, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parimo, Senin 26 Oktober 2020. (Foto: Istimewa)
  • Jalan Rusak Bukan Penghalang Cudy Temui Warga

Parimo, Metrosulawesi.id – Rombongan tim pemenangan Calon Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura masih terus melanjutkan safari politiknya dari pelosok desa ke pelosok desa lainnya.

Dalam siaran pers yang diterima Metrosulawesi, pada Senin 26 Oktober 2020 rombongan kembali menemui masyarakat di seputaran wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Di daerah yang merupakan salah satu lumbung padi tersebut, Rusdy Mastura banyak menemui masyarakat petani. Menurut Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulawesi Tengah Adi Priyanto, petani harus ikut ambil bagian dalam pesta politik untuk menentukan arah pembangunan Sulawesi Tengah ke depan.

“Petani harus berpolitik, jangan biarkan politik dikuasai oleh orang-orang jahat. Jika petani tidak berpolitik, maka segala kebijakan akan dikuasai oleh orang-orang jahat yang terlibat dalam politik,” ujar Adi Priyanto dalam orasinya sebagai tim koalisi pemenangan Rusdy-Ma’mun di Desa Beraban, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parimo.

Kata dia, petani harus menentukan sendiri nasib mereka lima tahun kedepan dengan ikut memilih pada 9 Desember 2020 nanti. Ia mengajak masyarakat petani untuk memenangkan Cudy, sapaan akrab Rusdy Mastura, agar nasib petani di daerah ini bisa lebih sejahtera.

“Kami percaya, pasangan Rusdy-Ma’mun akan merealisasikan aspirasi petani dan nelayan. Beliau adalah orang yang amanah, kami telah membuktikan itu ketika beliau memimpin Kota Palu selama dua periode,” ujarnya.

Rusdy Mastura menemui banyak masyarakat petani di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Parimo. Sehari sebelumnya, pada Ahad 25 Oktober 2020, Cudy dan rombongan bahkan rela menelusuri jalan berbatu dan rusak yang jaraknya hingga berkilo-kilo meter.

Cudy ingin menemui dan melihat langsung kondisi masyarakat di pelosok Desa Pakareme, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parimo. Meskipun daerah itu dianggap rawan karena masuk dalam wilayah pergerakan kelompok ekstrim bersenjata, hal itu tidak menyurutkan niatan Cudy untuk menemui para petani di sana.

“Sebagai calon pemimpin, saya harus tahu seperti apa keadaan masyarakat di pelosok-pelosok,” ungkap Cudy.

Calon Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 2 yang bermimpi ingin memadukan antara kapitaslis mawas diri dan sosialis yang mengembangkan diri itu tak ingin ke depan masih ada masyarakat dan daerah yang diabaikan oleh pemerintah. (mil/*)

Ayo tulis komentar cerdas