Home Palu

Operasi Yustisi Jaring 295 Orang

20
DISANKSI SOSIAL - Polisi memasangkan masker kepada salah seorang wanita yang terkena sanksi sosial karena melanggar protokol kesehatan dalam operasi yustisi yang dilakukan tim gabungan di Kota Palu. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Pengelola Cafe Belum Maksimal Laksanakan Prokes

Palu, Metrosulawesi.id – Operasi Yustisi tim gabungan terdiri atas TNI/Polri, Dinas Perhubungan Sulteng dan Satuan Polisi Pamong Praja Sulteng menjaring sebanyak 295 warga yang melanggar protokol kesehatan. 229 di antaranya diberi sanksi sosial.

Ke-295 warga itu melanggar Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 32 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Ke-295 orang yang terjaring itu adalah hasil operasi yustisi yang dilakukan di Kota Palu selama empat hari (tanggal 19, 21, 23 dan 26 Oktober 2020).

Kepala Satpol PP Sulteng, Drs Mohamad Nadir MSi menuturkan hasil evaluasi sementara dengan adanya Operasi Yustisi, pada prinsipnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan cukup bagus, tetapi pengelola kafe belum sepenuhnya yang menerapkan sehingga sering terjadi pelanggaran di sana.

“Jenis pelanggarannya tidak mengatur jarak aman bagi pengunjung sehingga banyak dikenakan sanksi tertulis,” ungkapnya, Senin 26 Oktober 2020.

Ia pun berharap para pengelola kafe dapat menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Kita akan evaluasi, bila masih ditemukan pelanggaran akan tertibkan sesuai ketentuan,” sebutnya.

Ia berpesan masyarakat yang melakukan keramaian untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 mulai Tingkat Kab/kota sampai Tingkat Kecamatan serta menerapkan 3M yakni: memakai masker, mencuci tangan dan menjaga Jarak.

“Memutus mata rantai Covid-19 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” katanya.

“Kedepan Operasi Yustisi akan kita maksimal untuk memperketat penerapan dan penertiban protokol kesehatan sesuai harapan Bapak Gubernur saat rapat bersama Forkopimda Sulawesi Tengah di Polibu,” pungkasnya. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas