Home Inspirasi

Taman Ilmu Nurul Fath, Wadah Anak TPA Kawatuna Bermain dan Belajar

26
FOTO BERSAMA - Tenaga Pengajar Yayasan Ilmu Nurul Fath saat foto bersama anak-anak TPA Kawatuna. (Foto: Istimewa)

YAYASAN Taman Ilmu Nurul Fath adalah sekolah non-formal yang didirikan sebagai tempat belajar mengajar anak-anak  yang tinggal di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore. Yayasan ini berdiri atas inisiatif Andi Apriyaldi Hardiansya (25), Seorang mahasisiwa tingkat akhir universitas tadulako.

“Bissmilahirahmannirahhim, jadi awal mula saya dan tiga teman saya mendirikan Taman Ilmu Nurul Fath ini pada 2019, karena kami melihat kondisi masyarakat yang tinggal di kawasan TPA. Disana  banyak anak-anak , jika menjelang sore mereka hanya bermain saja, jadi waktu mereka tidak terisi oleh sesuatu yang bermanfaat. Dari situ saya berinisiatif untuk mendirikan Taman Ilmu Nurul Fath ini untuk menjadi sarana mereka mengaji dan belajar sambil bermain, sejenis kayak sekolah non formal begitu,” ungkapnya kepada wartawan Metro Sulawesi beberapa hari lalu.

Pemuda yang akrab disapa Andi itu mengatakan dalam proses belajar mengajar, dirinya dibantu oleh 10 Orang teman yang sebagian masih berstatus sebagai mahasiswa.

“Untuk pembelajarannya sendiri, kami mengatur jadwal yaitu tiga kali dalam seminggu yaitu Senin, Rabu, dan Kamis, yang dimulai  sebelum Ashar, kadang ba’da Ashar sampai sebelum magrib,” ungkapnya.

Pemuda kelahiran Palu 25 April 1995 ini mengatakan untuk  pembelian bahan ajar  biasanya menggunakan dana pribadi, dan kadang jugamereka melakukan pengumpulan dana melalui donasi.

“Untuk donasi yang diberikan  berupa peralatan bahan ajar dan juga biasanya berupa uang, kadang ditanya sama donatur sendiri kita memerlukan apa,” katanya.

Andi mengungkapkan, jika anak-anak yang mereka didik di Taman Ilmu Nurul Fath ini bukan hanya sekedar diajarkan tentang pembelajaran pada umumnya, mereka juga diajarkan tentang  pentingnya akhlak yang baik, dan pendidikan karakter  melalui dongeng dan cerita dari buku yang dibacakan.

“Anak-anak yang kami didik sebagian besar masih sekolah dan ada beberapa yang tidak sekolah lagi. Tujuannya kami mendirikan sekolah non formal ini agar dapat menjadi wadah tambahan mereka untuk  mendapat ilmu, dan yang paling penting sebagai pembentukan akhlak dan karakter mereka,” katanya.

Andi berharap Yayasan Taman Ilmu Nurul Fath ini dapat  memberikan dampak  yang positif bagi masyarakat yang tinggal di kawasan itu.

“Terutama untuk anak-anak yang tinggal di TPA Kawatuna,” katanya.

Dirinya berharap ke depan Yayasan Ilmu Nurul Fath itu dapat dikelolah secara profesional dengan fasilitas yang memadai, supaya proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. (cr3)

Ayo tulis komentar cerdas