Home Artikel / Opini

Resensi Buku: Tentang Program-Program Pemberdayaan

28
Judul: PROGRAM-PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PROVINSI SULAWESI TENGAH: Membangun Paradigma Berbasis Modal dan Paradigma Berbasis Nilai/ Penulis: Moh. Ahlis Djirimu/ Penerbit: DeePublish Yogyakarta/ Cetakan: I Agustus 2020/ Tebal: xxiv + 248 Halaman/ ISBN: 978-623-02-1451-6

BUKU ini berjudul Program-Program Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah: Membangun Paradigma Berbasis Modal dan Paradigma Berbasis Nilai. Buku ini diterbitkan pada bulan Agustus 2020 oleh Penerbit DEEPUBLISH Yogyakarta. Buku ini ditulis saudara Moh.Ahlis Djirimu, dosen pada Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako. Penulis buku ini merupakan salah seorang pengajar yang cukup produktif menulis pikiranpikirannya untuk dipublikasikan. Baik berupa tulisan populer, Ilmiah dan dalam bentuk buku. Ini merupakan salah satu buku yang teah ditulis oleh beliau dari beberapa buku yang ditulisnya. Produktivitas menulis beliau meningkat disaat pandemic Covid-19. Saat diberlakukan Work From Home (WFH). Beberapa orang yang “dipaksa bekerja dari rumah” mengalami tekanan, tetapi bagi saudara Ahlis (penulis buku) justru ini merupakan peluang untuk menghasilkan tulisan, termasuk salah satu diantaranya adalah buku ini.

Tema Pemberdayaan masyarakat tampaknya tema yang habis habis untuk dibahas. Ini adalah salah satu tema yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Jika kita membaca buku ini, betapa kita terhentak bahwa betapa Program-program pemberdayaan telah lama dan telah banyak diprogramkan dan dijalankan di Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah.


Membaca buku ini seolah penulisnya mengajak pembaca menengok jendela ingatan terkait program program pembedayaan masyarakat yang pernah dijalankan di Sulawesi Tengah. Mulai dari Program Inpres Daerah Tertinggal di Sulawesi Tengah, Kredit Usaha Tani (KUT), Proyek Pembangunan Daerah Sulawesi Berbasis Pertanian, Proyek Pembangunan dan Konservasi Terpadu Sulawesi Tengah, Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Program Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan, Bidang Pendidikan dan Padat Karya, Proyek Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut, Rencana Aksi Berbsis Komunitas, dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) di Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain kesembilang bab di atas yang menyajikan program-program yang selama ini dijalankan. Buku ini ditutup dengan catatan penutup, kayaknya dimaksudkan sebagai epilog dari penulis. Yang menarik catatan penutup buku ini adalah karena disebutkan bahwa dalam jangka menengah Sulawesi Tengah diperhadapkan pada masalah klasik yakni masalah kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran. Pada dipaparkan data kemiskinan dari tahun 2013 hingga 2019, uraian tersebut menggambarkan angka kemiskinan Sulteng meningkat 400,40 ribu pada tahun 2013 menjadi 410,36 ribu pada tahun 2019. Pertanyaan yang kemudian menggelitik kita adalah: bukankah tujuan pemberdayaan itu salah satunya adalah untuk mengurangi kemiskinan tetapi kenapa justru direntang waktu 2013 hingga 2019 malah terjadi peningkatan kemiskinan.


Beberapa catatan yang kiranya dapat menjadi masukan pada cetakan berikutnya adalah perlunya perbaikan teknis penulisan khususnya oleh penerbit, kiranya dapat dirapikan penulisan pada daftar isi pada halaman depan (hal xv – xvii) khusunya pada penulisan judul judul bab pada halaman daftar isi. Selain itu hal yang bersifat subtantif kiranya boleh ditambahkan catatan evaluatif pada kedelapan Program-program pemberdayaan yang telah dilakukan pemerintah di Sulawesi Tengah.
Apakah program-program tersebut telah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Apakah programprogram program tersebut telah berhasil mengurangi ketimpangan pendapatan dalam masyarakat. Atau apakah program-program pemberdayaan tersebut telah berhasil mengurangi pengangguran di Sulawesi Tengah? Agar setelah membaca buku ini pikiran pembaca tercerahkan bahwa program-program pemberdayaan yang selama ini dijalankan oleh pemerintah membuahkan hasil ataukah programprogram tersebut telah banyak menghabiskan uang Negara dengan hasil yang tidak optimal. Wallahu A’lam bissawab.

Peresensi: DR. Haerul Anam ,SE.,M.Si. (Ketua Jurusan IESP-FEB UNTAD)

Ayo tulis komentar cerdas