Home Palu

Langsung Lockdown, Tak Bersidang hingga 2 November

29
TUTUP SEMENTARA - Pihak Pengadilan Negeri Palu saat memasang pengumuman soal penutupan sementara pelayanan pada Kamis 22 Oktober 2020. (Foto: Istimewa)
  • Ketika Satu Pegawai PN Palu Positif Covid-19

Penerapan protokol kesehatan, itulah pelayanan yang paling nampak di Pengadilan Negeri Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, sejak merebaknya wabah virus corona. Meski telah diberlakukan super ketat, namun sejak adanya pegawai yang terkonfirmasi positif, PN Palu terpaksa ambil sikap untuk menutup sementara pelayanan guna menyelamatkan semuanya dari Covid 19.

Laporan: SUDIRMAN

SORE itu, Kamis 22 Oktober 2020, Komandan Satgas Penanganan Covid 19 Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Panji Prahistoriawan Prasetyo SH, bersama beberapa staf pegawai telah memasang spanduk pemberitahuan untuk diketahui bagi setiap pengunjung yang datang.

Isinya adalah pemberitahuan kalau PN Palu menutup sementara pelayanan bagi masyarakat, yang dimulai dari Jumat, tanggal 23 Oktober 2020 hingga sepekan lebih kedepan.

“Penutupan sementara pelayanan di PN Palu ini dimulai tanggal 23 – 27 Oktober, karena ditambah libur cuti bersama, pelayanan baru akan kembali dibuka tanggal 2 November 2020,” kata Komandan Satgas Penanganan Covid 19 PN Palu, Panji Prahistoriawan Prasetyo kepada Metrosulawesi baru-baru ini.

Langkah itu adalah bentuk upaya dalam memutus rantai penyebaran covid 19 di PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu. Menyusul setelah adanya pegawai yang telah terkonfirmasi positif covid 19. Namun, sebelum sampai di langkah ini, berbagai cara telah dilakukan pihak PN Palu dalam memerangi penyebaran virus corona agar tidak sampai masuk di lembaga peradilan tipikor satu-satunya di Sulteng tersebut.

“Sejak adanya covid 19 ini, kita sudah memberlakukan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah,” sebut ketua PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu Marliyus MS SH MH, ditemui usai pelaksanaan test rapid masal yang digelar oleh pihaknya 12 Oktober 2020.

Penerapan protokoler kesehatan itu seperti menyiapkan tempat cuci tangan bagi pengunjung, pemeriksaan menggunakan termogran hingga mewajibkan setiap penggunjung agar menggunakan masker. Dampak dari Covid tersebut membuat pihak PN Palu harus membatasi pengunjung dan melaksanalan beberapa agenda sidang secara virtual.

Selanjutnya, tidak hanya memberlakukan pelayanan super ketat di dua pintu masuk, penyemprotan desinfektan di lingkungan hingga ruangan kerja juga dilakukan. Namun demikan, langkah memerangi covid 19 itu semakin ditingkatkan begitu salah satu dari pegawai di lembaga itu terkonfirmasi positif corona.

“Pas dapat informasi satu pegawai positif, malamnya saya langsung gelar rapat bersama para hakim dan mengundang ketua Satgas Penangan Covid dan pihak kesehatan,” tutur Marliyus.

Hasil dari rapat itu, adalah pihak PN Palu kembali melakukan penyemprotan desinfektan untuk kesekian kalinya, dilanjutkan dengan test rapid masal yang diberlakukan bagi seluruh pegawai, termasuk pengelola kantin dan tukang parkir. Sementara bagi pegawai yang terkonfirmasi positif corona telah diarahkan untuk menjalani karantina di BPSDM.

Belum selesai disitu, pihak PN Palu, ternyata masih menuggu hasil Rapit Test tersebut. Jika ada yang reaktif akan ditingkatkan pemeriksaannya kepada test swab.

“Kalau saya reaktif, saya juga akan lanjutkan ke swab test,” cetus Marliyus.

Tindakan itu adalah wujud pihak PN Palu dalam berperang melawan virus corona. Setelah satu pegawai terkonfirmasi positif, menyusul kemudian hasil rapit test masal, menetapkan 5 pegawai reaktif. Dari kelimanya pun telah dilakukan test swab, dari lima reaktif ternyata 4 negatif, satu kemudian yang kembali dinyatakan positif.

“Yang kembali positif ini pegawai di PTSP. Dan pegawai tersebut sudah jalani karantina, di BPSDM,” kata Panji.

Karena telah dua yang terkonfirmasi positif covid 19, akhirnya PN Palu harus ambil sikap yang lebih lagi guna memutus rantai penyembaran covid 19, itulah langkah tersebut dengan harus menutup sementara pelayanan bagi masyarakat, atau lockdown.

“Penutupan sementara ini juga telah Kita laporkan ke ketua PengadilanTinggi,” terangnya.

Selama lockdown tersebut, ternyata pelayanan yang hanya akan dilakukan adalah yang bersifat urgen, seperti perpanjangan penahanan, permohonan penyitaan, kemudian banding dan kasasi. Terhadap hal ini, semua pihak PN Palu mengharapkan kepada masyarakat untuk dapat memahaminya. Apa yang dilakukan pihak PN Palu tidak lain untuk kesehatan dan keselamatan bersama dari penularan wabah covid 19. (**)

Ayo tulis komentar cerdas