Home Sulteng

Kunjungan Wisman Hanya Belasan Persen

17
Nurhalis Lauselang. (Foto: Ist)
  • Pemprov Ingatkan Usaha Pariwisata Terapkan Prokes Ketat

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng mencatat dampak pandemi covid-19, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulteng hanya mencapai belasan persen sejak Maret hingga September 2020. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Nurhalis M Lauselang, di Palu, Kamis, 22 Oktober 2020.

“Untuk kunjungan wisatawan nusantara ke Sulawesi Tengah hanya mencapai 30 persen,” ungkapnya.

Nurhalis mengajak para pelaku usaha pariwisata meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 guna menjamin kenyamanan wisatawan. Salah satu cara membangun kenyamanan wisatawan yakni dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di setiap objek wisata. 

“Hal utama yang saat ini perlu dibangun adalah kepercayaan publik, kepercayaan masyarakat, dan wisatawan bahwa Sulteng aman dikunjungi,” ujar Nurhalis.

Kata dia, saat ini Pemprov Sulteng tidak lagi mewajibkan swab test bagi pelaku perjalan yang ingin ke Sulteng. Gantinya, pelaku perjalanan hanya diwajibkan memiliki hasil rapid test negatif. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi di Sulteng tidak terlalu parah bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain. 

Itu karena kasus penyebaran covid-19 di Sulteng mulai dapat ditekan penyebarannya yang dibuktikan dengan menurunnya kasus. Pemprov dikatakan di tengah pandemi covid-19 tetap berupaya agar pelaku objek wisata tidak tutup usaha atau kolaps. 

Olehnya, salah satu strategi yang dibangun oleh Pemprov Sulteng dengan membangun kepercayaan masyarakat dan wisatawan. Pelaku usaha sektor pariwisata menurut Nurhalis, perlu memahami hal ini.

Dengan begitu bisa menyiapkan operasional yang aman agar objek wisata yang dikelola tetap eksis. Namun demikian, perlu ada perubahan pola dan penyesuaian standar yang diterapkan oleh para pelaku usaha terhadap calon wisatawan.

“Tentu perubahan pola itu salah satunya yakni merubah pasar dengan mencari segmen baru. Itu perlu selain membangun kepercayaan terhadap masyarakat dan calon wisatawan,” pungkas Nurhalis.

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas